Bunaken, KOMENTAR.ID
Sejumlah warga Pulau Bunaken mempertanyakan kinerja Balai Taman Nasional (BTN) Bunaken yang dinilai tidak maksimal dalam menangani berbagai fasilitas dan infrastruktur di wilayah tersebut setelah pengelolaannya diambil alih dari Pemerintah Kota Manado.
Menurut warga, sejak peralihan kewenangan itu kondisi beberapa sarana publik justru memburuk. Sejumlah fasilitas yang sebelumnya berfungsi baik kini rusak dan tidak kunjung diperbaiki, mulai dari jembatan akses, titik-titik fasilitas umum, hingga area penunjang pariwisata.
“Sesudah dikelola BTN, banyak fasilitas rusak dibiarkan begitu saja. Tidak ada perbaikan yang terlihat,” ungkap salah satu warga Bunaken yang enggan disebutkan namanya.
Di sisi lain, BTN Bunaken tetap menarik retribusi masuk kepada wisatawan. Untuk turis lokal, tarif ditetapkan sebesar Rp10.000, sementara Rp15.000 diberlakukan pada hari Sabtu. Adapun wisatawan mancanegara dikenakan tarif jauh lebih tinggi, yakni Rp150.000 per kunjungan.
Warga kemudian mempertanyakan transparansi penggunaan dana tersebut. “Kami mau tahu uang itu ke mana. Retribusi jalan terus, tapi perbaikan tidak ada,” ujar warga lainnya.
[jla]






