Tahuna, KOMENTAR.ID
Masalah sepenggal jalan puncak Lose yang belum diaspal dengan alasan kawasan hutan lindung, akhirnya mampu diatasi Pemerintahan Bupati Michael Thungari dan Wabup Tendris Bulahari (Tuari)
Ada kurang lebih 60 meter jalan tanah puncak Lose Kecamatan Tabukan Tengah akan segera diperbaiki, ditandai dengan proses tendernya sudah jalan dan akan rampung pekan depan.
Asisten I Pemkab Sangihe, Johanis Pilat mengatakan, ijin untuk perbaikan jalan ke puncak wisata yang sempat viral beberapa tahun lalu, sudah turun dari Kementerian Kehutanan.
“Jadi sudah tidak ada masalah, jalan puncak Lose akan segera diperbaiki,” kata Johanis.
Hal senada juga dikatakan Plt. Kadis Pekerjaan Umum Sangihe, Sherman Abast.
Sherman bahkan memastikan lelang proyek jalan Lose siap digelar awal pekan depan.
“Kalau proyek jalan Lose itu sudah siap ditender, pekan depan sudah ada pemenang tender,”ujar Sherman.
Sementara itu, upaya duet kepemimpinan Michael-Tendris, lebih khusus niat tulus dalam memperjuangkan perbaikan jalan Lose, yang notabene sudah 10 tahun lebih terkatung-katung hanya karena alasan kawasan hutan lindung, kini banyak menuai apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk ungkapan rasa terima kasih masyarakat.
Sebelumnya sudah banyak upaya perbaikan jalan Lose bakal teratasi, termasuk di era Penjabat Bupati Rinny Tamuntuan, yang konon turut disuport Ketua DPRD Provinsi Sulawesii Utara, Fransiscus Andi Silangen, termasuk upaya DPRD Sangihe yang melobi provinsi dan pusat, namun masalah Lose tetap saja tidak mampu diatasi.
Juga terindikasi jika kawasan wisata puncak Lose kini tutup atau sudah tidak lagi dikunjungi, disebabkan warga enggan lagi datang lantaran kondisi jalannya yang sangat berbahaya, apalagi ketika musim hujan.
“Terima kasih kepada Bapak Bupati Michael Thungari dan Bapak Wakil Bupati Tendris Bulahari yang sudah memperjuangkan, kami sangat senang jalan Lose akan diperbaiki, kami tidak lagi khawatir melewati dengan sepeda motor jika sudah bagus, terutama saat hujan, jalan licin dan menanjak sehingga ada beberapa warga mengalami kecelakaan,”ungkap Tuti, warga kampung Bowongkulu.{PeyKID}






