Michael di Pusaran Transformasi Pejabat Sangihe, Jadi Penentu Sukses TUARI Atau Terjebak Status Quo ?

Tahuna, KOMENTAR.ID

Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari yang berpasangan dengan Wabup Tendris Bulahari (TUARI), tidak hanya mengukir sejarah sebagai Bupati termuda Sangihe, dan tercatat sebagai kepala daerah termudah di Provinsi Sulawesi Utara, tapi turut memiliki peran sebagai play maker dalam sebuah transformasi pejabat eselon II atau Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) di lingkup Pemkab Sangihe.

Pasalnya, ditangan Bupati milenial ini, Pemkab Sangihe untuk kali pertama mengalami transformasi cukup besar dalam hal regenerasi jabatan dari pejabat eselon III ke pejabat eselon II.

Selama ini dalam berkali – kali pergantian pucuk pimpinan OPD di pemerintahan sebelum-sebelumnya, justru opsi rolling atau rotasi yang paling mendominasi ketimbang promosi atau regenerasi pejabat.

Tepatnya saat ini ada sembilan jabatan strategis eselon II yang kini jadi rebutan para pejabat handal eselon III, dan kini tinggal menunggu proses pelantikkan setelah pada akhir tahun 2025 seluruh proses seleksi berakhir.

Proses regenerasi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di era Michael tidak hanya sebatas pada sembilan jabatan, yakni Kadis Pekerjaan Umun Pemukiman Rakyat, Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Inspektorat, Kaban Bapelitbang, Kadis Kominfo, Kadis Koperasi, Kaban Keuangan, Kadis Dukcapil dan Kasat Pol-PP, tapi akan berlanjut pada tahun 2026 ini, dimana akan ada lima pejabat eselon II yang memasuki masa pensiun, termasuk pejabat eselon II yang akan pensun akan terus berlanjut hingga 2027 serta selang periode lima tahun berakhir.

Sudah barang tentu lewat regenerasi pejabat ini, Michael bisa saja jadi Bupati Sangihe pertama yang mampu melahirkan cukup banyak pejabat eselon II baru ditangannya, ini sekaligus membuka ruang bagi Michael untuk dapat memiliki kabinet produk sendiri yang lebih efektif dan berkualitas, khususnya dalam membantu menyukseskan program lima tahun kedepan.

Namun tantangan saat ini, sang play maker tidak hanya dituntut piawai dalam mengorganisir setiap lini pemerintahan, tapi harus mahir dalam mengatur ritme kualitas maupun kapabilitas setiap individu pejabat, ini agar benar-benar menjadi sebuah tim permanen produk baru yang solid, berwibawa dan bersifat jangka panjang.

Konteks perekrutan pejabat eselon II Pemkab Sangihe di era TUARI bukan sekedar agenda rutin untuk pemenuhan struktur jabatan maupun tuntutan perjalanan seorang birokrat dalam meraih puncak karir, juga merupakan langkah konkrit komitmen Bupati Michael Thungari dalam mewujudkan merit sistim, demi menciptakan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang profesional, berintegritas, dan berkinerja tinggi.

Ketika transformasi jabatan kali ini berjalan sesuai komitmen merit sistim, atau minimal mendekati unsur objektifitas tanpa ada intervensi politik maupun kepentingan lain, hal ini dipastikan akan menjadi salah satu kunci sukses roda pmerintahan dalam menuntaskan visi misi periode lima tahun.

Sangihe diharapkan mampu melahirkan pejabat yang menghormati jenjang karir birokrat demi meraih suatu jabatan, bukan karena sebuah alasan politik atau mengandalkan karir kutu loncat yang bersifat situasional

Kehadiran sang Maestro Birokrat, Albert Wounde, kendati hanya setahun menahkodai Sangihe, misi pertamanya saat menjabat Pelaksana tugas Bupati, ia langsung menggali kembali prinsip-prinsip dasar birokrasi Sangihe yang telah hilang, bahkan ia menyoroti tata kelolah birokrasi di era kepemimpinannya, lebih khusus soal pembenahan SDM, jenjang karir dan pengurusan kenaikkan pangkat yang sangat kaku.

Memang baru seumur jagung, namun banyak pihak yang optimis perjalanan Pemerintahan TUARI tidak akan terjebak dalam iklim status quo, dimana roling, rotasi hingga promosi kerab hanya menjadi sebuah siklus seremonial pasca Pilkada.

Yang pasti, meski baru sebatas eselon III dan IV, TUARI bisa dikata sukses menggelar agenda rolling maupun promosi tanpa komplein dan gaduh di publik serta ribut di media sosial

“Ini pertama bagi pak Bupati Michael, kita semua berharap proses perekrutan hingga pelantikan pejabat eselon II juga berjalan mulus, dan TUARI juga akhirnya bisa memiliki kadis/kaban produk sendiri,” ujar Pemerhati Politik Sangihe, Montesky Kawuka saat diskusi ringan di Lorong 8 Towoe semalam. {PeyKID}

Update Berita dan Artikel KOMENTAR.ID menarik lainnya di Google News.

Related posts