Tahuna, KOMENTAR.ID
Kejuaraan Open Turnamen Tinju Piala Bupati Sangihe Tahun 2026 berakhir sudah setelah Sabtu akhir pekan lalu ditutup Bupati Michael Thungari.
Tim berpengalaman Sasana Malinggaheng Boxing Camp berhasil meraih medali emas terbanyak dengan 11 medali, 3 perak dan 5 perunggu, disusul Sasana Soataloara Boxing Camp, 9 emas, 8 perak, 5 perunggu dan tim kuat Sasana ERM Boxing Camp, 7 emas, 5 perak, 5 perunggu.
Namun meski meraih emas terbanyak, Sasana Malinggaheng hanya menempati juara umum di posisi kedua dengan jumlah poin 52, serta Sasana ERM Boxing Camp di tempat ketiga poin 49, sedangkan juara umum pertama Sasana Soataloara Boxing Camp, meraih poin 58.
Soal peraih emas terbanyak namun tidak menjadi juara umum pertama sempat dipertanyakan sejumlah kalangan, namun menurut panitia, pada ajang Bupati Cup, penentuan juara umum bukan dilihat dari perolehan medali emas tapi dihitung berdasarkan akumulasi nilai atau poin dari semua kategori untuk tiap tim/kontingen atau sasana.
“Ketentuannya sesuai yang tertera di undangan kejuaraan, juara umum dihitung poin bukan medali emas,” kata Sifried Pagulimang, seksi pertandingan Bupati Cup yang juga Komtek Pertina Sangihe
Sementara itu, Pemerhati Tinju Sangihe, Sjahrul Ponto mengapresiasi pelaksanaan tinju Bupati Cup 2026, karena selain menjadi ajang pencarian bibit-bibit petinju, Open Turnamen Bupati Cup juga menjadi wadah penyaluran dan pengembangan bakat para petinju ditengah minimnya pertandingan.
Dia juga berharap, pelaksanaan kejuaraan tinju kedepan di Sangihe harus jauh lebih baik, kekurangan yang ada perlu dievaluasi dan diperbaiki demi kemajuan tinju Sangihe.
“Semoga juga ada pertandingan rutin di Sangihe, supaya para petinju, lebih khusus para petinju muda tetap fokus mengikuti program latihan,” ujar Sjahrul {PeyKID}






