Sitaro, KOMENTAR.ID
Dua nelayan asing ditemukan warga di perairan Siau, Tagulandang, Biaro (Sitaro), tepatnya di seputaran pulau Makalehi, Kecamatan Siau Barat, Senin (23/01/2023). Belakangan terungkap kedua nelayan asing itu berasal dari negara tetangga yakni General Santos City, Filipina.
Mereka adalah Joseph Matas (41), warga desa Bawing, dan Reynaldo Lacia (47), warga Desa Puting Batu.
Sebelum ditemukan, keduanya sempat bertaruh nyawa selama 14 hari terombang-ambing gelombang serta arus laut.
Adapun kronologi sebelum keduanya berhasil diselamatkan, bermula saat pajeko (kapal penangkap ikan) melintas di antara perairan Sangihe dan Sitaro hendak kembali ke pangkalannya di Manado.
Saat itu, nahkoda dan ABK melihat perahu jenis pamboat yang biasa digunakan nelayan asing, mengalami kerusakan.
Nah, di saat bersamaan tak jauh dari lokasi itu, nampak seorang nelayan belakangan diketahui bernama Wahyudi Bulanta alias Bay (47), warga Lindongan II Kampung Makalehi Induk sedang memancing ikan.
Mereka pun meminta Bay agar membawa 2 nelayan asing tersebut ke darat.
Namun, karena perahunya tidak mampu membawa dua orang asing ini sekaligus, ia memutuskan hanya mengangkut seorang terlebih dahulu.
Setibanya di darat kurang lebih pukul 14.00 Wita, ia langsung melaporkan hal itu kepada aparat setempat dalam hal ini Kepala Subsektor Kepolisian Makalehi, AIPDA Gad Jefry Johanis.
Setelah ditindaklanjuti, alhasil sekitar pukul 15.55 Wita, satu rekannya yang tadinya ditinggal karena daya tampung perahu penyelamat kecil, berhasil ditemukan sekaligus dievakuasi dalam kondisi sehat.
Sementara itu, berdasarkan pengakuan 2 nelayan asing yang diterjemahkan oleh Wahyudi Bulanta bahwa, keduanya pergi melaut sejak Selasa (10/1/ 2023).
Adapun tujuan mereka ialah memancing di ponton/rakit. Celakanya, saat sedang memancing, tiba-tiba cuaca berubah jadi buruk sehingga ponton/rakit tersebut putus dan mereka pun ikut hanyut bersama.
Ironisnya, dalam kondisi sulit itu, masalah baru datang yakni keduanya kehabisan bahan bakar yang mereka bawa.
Lebih miris lagi, akibat hantaman gelombang, ada bagian lain pamboat tersebut mengalami kerusakan serius.
Kapolsubsektor Makalehi AIPDA Gad Jefry Johanis, ikut membenarkan hal itu.
“Ya, mereka telah kita evakuasi. Perahu mereka juga sudah kita tarik ke darat,” kata Johanis.
[***/ein]






