Dengan Rp 400 Juta, Disperindag Siap Perbaiki Saluran Air Pasar Towo’e Tahuna

Tahuna, KOMENTAR.ID

Permasalahan saluran air atau got di Pasar Towo’e Tahuna yang terus dikeluhkan masyarakat akan terjawab tahun ini oleh Dinas Perindustrian Perdagangan (Disperindag) Kepulauan Sangihe.

Selaku instansi teknis yang menangani pasar, Disperindag ternyata telah melakukan pengimputan anggaran sebesar Rp. 400 juta guna membiayai proyek rehabilitasi pasar teramai di perbatasan Indonesia-Filipina.

Kadis Perindag Sangihe, Treenov Pontoh membenarkannya melalui Sekretaris Disperindag, Fera Masora, Rabu (29/06/2026)

Menurut Fera, sebetulnya anggaran untuk rehabilitasi Pasar Towo’e (perbaikan atap dan saluran air) sudah teranggarkan tahun 2025 lewat Dana Insentif Fiskal (DIF) sebesar Rp 450 juta, hanya saja dalam pengajuan untuk pelaksanaan kegiatan dimaksud setelah melalui proses verifikasi Inspektorat dan koordinasi dengan Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah, rehabilitasi Pasar ikan towo’e itu tidak dapat dilaksanakan karena tidak bersesuaian antara program kegiatan maupun sub kegiatan, dan ketika dipaksakan untuk dilaksanakan akan menyalahi aturan dan menjadi temuan dalam pelaksanaanya.

Adapun anggaran Rp 450 juta tersebut telah dikembalikan ke kas daerah dan menjadi silpa.

“Untuk rehabilitasi Pasar Towo’e tahun lalu tidak bisa terlaksana karena ada ketidak sesuaian antara program dan sub kegiatan, dan juga ada penegasan Inspektorat agar kegiatan jangan dilaksanakan karena akan menjadi temuan,” kata Vera.

Kegiatan rehabilitasi Pasar Towo’e lanjut Vera, dipastikan dapat terlaksana karena Pemerintah Daerah lewat Bupati Michael Thungari juga telah meminta Disperindag menggangarkan kembali pada APBD Perubahan Tahun 2026.

“Jadi tahun 2026 ini rehabilitas Pasar Towo’ sudah dianggarkan kembali Rp 400 juta dan kami sudah lakukan pengimputan, tinggal menunggu pengesahannya di APBD,”ujar Vera.

Mantan Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Sangihe ini juga menjelaskan mengapa pagu anggaran pada tahun 2025 sebesar Rp 450 juta turun menjadi Rp 400 juta pada tahun 2026, hal itu karena sebagian rehabilitasi, yakni perbaikan atap pasar sudah dilakukan pihak Bank SulutGo (BSG) lewat program Corporate Social Responsibility (CSR).

“Mengapa anggarannya berkurang dari pagu tahun lalu, hal itu karena sebagian pekerjaan, yakni perbaikan atap pasar sudah ditangani pihak BSG, dan Dispeindag tinggal melakukan perbaikan saluran air,” jelas Fera. {PeyKID}

Update Berita dan Artikel KOMENTAR.ID menarik lainnya di Google News.

Related posts