Anak Kampung Dengan Ragam Pengalaman Kerja di Luar Negeri, Kini Sukses Jadi Pengusaha Muda dan Ingin Bangun Daerah

Sitaro, KOMENTAR.ID

Sosok Normans Luntungan, ST, ME.ng, sudah tidak asing lagi di kalangan masyarakat Kabupaten Siau, Tagulandang, Biaro (Sitaro), di Sulut. Kepribadiannya yang sederhana dan muda bergaul membuat Ko Norman, sapaan akrabnya, mampu bersahabat dengan semua orang.

Read More

Meski, tak bisa dipungkiri jika pencinta olahraga sepak bola ini merupakan salah satu pengusaha muda yang sukses di Kabupaten Sitaro.

Namun, hal itu tidak membuatnya minder bersahabat dengan semua kalangan. Satu hal yang tak kalah menarik dari Ketua ASKAB PSSI Kabupaten Sitaro ini ialah pengalaman pendidikan serta karir kerjanya.

“Dari SD sampai SMA, saya bersekolah di Siau. Jadi, bisa dibilang saya ini adalah anak kampung yang tumbuh dan besar dari kampung,” kata Ko Norman ketika ditemui wartawan media ini, Senin (27/2/2023).

Dikatakannya lagi, semenjak usia sekolah ia sudah punya cita-cita untuk bagaimana ke depan boleh bangun kampung halaman.

“Apalagi saya melihat ada beberapa hal yang perlu saya perjuangkan mulai dari harga sembako dan BBM mahal, kualitas pendidikan yang tergolong buruk hingga kesejahteraan guru yang tidak sesuai dengan kerja keras mereka,” ujarnya.

Belum lagi, sambung dia, pengembangan hasil bumi seperti pala, cengkeh, fuli dan kopra belum maksimal. Kondisi inilah yang semakin memotivasinya untuk berani mengambil risiko keluar dari zona nyaman.

“Perjalanan menggapai cita-cita ini saya mulai dengan memutuskan melanjutkan study di Universitas Petra Surabaya,” tuturnya.

Meski tidak semuanya berjalan mulus, kata dia, dirinya mampu membuat catatan yang membanggakan.

Salah satu bangunan yang didesain Normans Luntungan saat masih aktif sebagai konsultan.

“Waktu magang di salah satu konsultan terkenal di Surabaya, hanya dalam waktu dua bulan, puji Tuhan saya sudah selesai desain struktur dan hitung,” bebernya.

Alhasil, sambung dia lagi, selesai project itu, dia langsung dipercayakan menjadi kepala pengawas pembangunan pabrik.

“Waktu kuliah juga saya sempat dipercayakan menjadi asisten dosen pelajaran rekayasa lalu lintas dan perencanaan struktur beton,” tambahnya.

Tidak kalah menginspirasi ialah dikala dirinya lanjut study S2 di University Technology Sydney Australia.

“Waktu kuliah S2, saya sempat kasih kursus ke teman kuliah dan puji Tuhan lagi, semua yang ambil kursus ke saya dapat nilai B plus,” bebernya lagi.

Selesai study S2, ia melanjutkan karirnya sebagai seorang kontraktor di Nusa Raya Cipta (NRC) sebagai Site Engineer.

“Tidak sampai tiga bulan, saya langsung dipercayakan menjadi Site Manager di Project New Soho di Jakarta Barat yakni pembangunan Mall, Apartment dan Office,” ungkapnya.

Lanjutnya, 1,5 tahun berkarir di NRC, dia mendapat tawaran kerja sama dengan salah satu perusahaan property di Singapura.

“Di perusahaan itu saya dipercayakan sebagai Site Manager,” akunya.

Dengan ragam capaian itu, ia pun memutuskan membangun usaha sendiri dan menjadi seorang bisnismen.

“Saya selesaikan semua kewajiban saya di perusahaan, dan kembali ke Manado untuk membuka usaha yang dimulai dengan distributor Semen Conch, seng Gajah Asia, paku, bendrat dan tripleks,” urainya.

Menurutnya, langka ini diambil sebagai bagian dari tahap awal keterpanggilan membangun daerah.

“Pertama kali pulang kampung, saya melihat harga semen di Sitaro mencapai Rp80.000 per sak, dan itu membuat saya sangat prihatin,” akunya.

Itulah sebabnya, ia pun berusaha untuk menyuplai semen dengan kualitas bagus namun harga terjangkau untuk meringankan beban masyarakat dalam membangun.

“Sekarang harga semen di Siau jadi 66.000 pet sak, sedangkan di Tagulandang 70.000 per sak,”  sebutnya.

Kini, salah satu eksportir pala ini sedang memulai rencana besar yakni melobi untuk pembangunan SPBU di Siau dan Tagulandang.

“Ini merupakan salah satu mimpi besar saya mengingat harga BBM di Siau dan Tagulandang saat ini tergolong mahal,” sebutnya sembari  berharap rencana ini boleh terealisasi sehingga masyarakat boleh terbantu.

“Lebih dari itu, besar harapan saya bahwa apa yang saya lakukan ini boleh menginspirasi anak-anak muda di Sitaro bahkan di Nusa Utara untuk berani bermimpi besar serta punya komitmen untuk membangun daerah,” harap politisi Perindo yang terus mendapat desakan dari masyarakat Nusa Utara agar maju di Pilcaleg 14 Februari 2024 ini.

[***/ein]

Update Berita dan Artikel KOMENTAR.ID menarik lainnya di Google News.

Related posts