Sitaro, KOMENTAR.ID
Sejumlah nama yang akan ikut kontestasi politik untuk pemilihan calon anggota legislatif dari Dapil Nusa Utara (Sitaro, Sangihe, Talaud) mulai bermunculan. Selain wajah-wajah lama, tidak sedikit pula pendatang baru yang mulai tampil di ruang sosialisasi.
Satu di antaranya ialah figur muda asal Kabupaten Siau, Tagulandang, Biaro (Sitaro), Normans Luntungan, ST, M.Eng.
Pengusaha muda yang akrab disapa Ko Norman ini terus mendapat desakan untuk maju di Pilcaleg 2024 nanti.
“Awalnya saya kurang tertarik dengan politik, apalagi latar belakang saya bukanlah politikus,” aku Ko Norman ketika dimintai tanggapannya perihal keinginan masyarakat akan hadirnya dia di ruang politik, Sabtu (25/3/2023).
Namun, sambung dia, belakangan ada beberapa pertimbangan yang kemudian menjadi dorongan terhadapnya untuk ikut kontestasi politik.
“Banyak kebijakan-kebijakan yang berhubungan langsung dengan kesejahteraan rakyat yang diputuskan di ruang politik. Dan, kalau kita tidak terlibat di sana, sudah barang tentu sulit untuk kita memperjuangkan kesejahteraan masyarakat,” tutur lulusan S2 salah satu Universitas Ternama di Australia ini.
“Dengan kata lain, kita harus masuk dalam sistem, karena di luar itu, tidak mungkin,” tambahnya.
Dibeberkannya lagi, sejauh ini ia telah banyak berbagi dengan warga kurang mampu, namun tentu itu tidaklah seberapa. Apalagi yang didonasikan itu menggunakan uang pribadi.
“Masih banyak orang-orang yang membutuhkan. Nah, salah satu cara yang boleh diambil agar bisa menjangkau lebih banyak adalah lewat program pemerintah. Itulah sebabnya kita harus ada di dalam (sistem pemerintahan),” urai pria berlatar belakang pendidikan arsitektur ini.
Saat dimintai tanggapan secara spesifik perihal persoalan publik yang menjadi atensi khusus, pria yang kini telah tergabung dalam kepengurusan Partai Perindo Sulut ini menyebut soal BBM.
“Khusus di Kabupaten Sitaro, masalah BBM sudah bertahun-tahun seakan tak ada solusinya. Masyarakat yang mau tidak mau harus terima dampaknya, terlebih pada harga barang-barang,” sebut pencinta olahraga sepakbola ini.
Itulah sebabnya, ia berkerinduan memberi solusi terhadap masalah itu yakni memperjuangkan ketersediaan SPBU di wilayah Siau dan Tagulandang.
“Ini akan semakin mudah apabila saya sudah ada di lembaga DPRD (Sulut). Karena sudah pasti punya ruang yang lebih berkompeten untuk memperjuangkan hal ini,” tuturnya.
Selain itu, secara keseluruhan Sitaro, Sangihe dan Talaud, sambung dia, sektor pendidikan juga akan menjadi prioritas dalam memperjuangkan kesejahteraan masyarakat.
“Beasiswa pendidikan untuk anak-anak Nusa Utara harus diperbanyak lagi sehingga mampu menunjang peningkatan SDM, mengingat Nusa Utara merupakan satu pintu masuk di Asia Pasifik,” sebutnya sembari mengaku masih banyak hal lain yang membuat dirinya jadi terpanggil memperjuangkan aspirasi masyarakat.
“Tentunya ini semua boleh terlaksana atas dukungan masyarakat Nusa Utara,” kunci Ketua ASKAB PSSI Kabupaten Sitaro ini.
[***/ein]






