Minut, KOMENTAR.ID
Jika tidak ada aral melintang, Juni nanti program revitalisasi pasar Airmadidi di Minahasa Utara (Minut) akan dimulai. Hal ini disampaikan Ketua DPRD Minut, Denny K Lolong SSos, di sela-sela agenda turun lapangan ke pasar Airmadidi, Selasa (7/2/2023).
“Tujuan kita ke sini hari ini adalah menindaklanjuti kunjungan Pak Presiden beberapa waktu lalu menyangkut rencana revitalisasi pasar. Dan dalam waktu dekat rencana ini akan direalisasikan,” kata Lolong.
Untuk tahap awal, pihaknya berkolaborasi dengan Dinas Perdagangan dan PUD Klabat melakukan sosialisasi terhadap pedagang terkait program revitalisasi ini.
“Jadi, dalam waktu dekat ini mereka (pedagang) akan direlokasi ke sisi sebelah utara sana tepatnya di lokasi yang saat ini ditempati para penjual cabo (pakaian bekas),” bebernya.
Disinggung soal anggaran, disebutkannya total yang dianggarkan di proyek tersebut yakni Rp50 miliar.
“Anggarannya langsung dari pusat, jadi tidak pakai APBD sama sekali. Termasuk pengerjaannya, semua dilaksanakan oleh mereka. Kita di sini (daerah) hanya ditugaskan untuk atur relokasi pedagang,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Minut, Drs Maximilian Tapada MSi, mengatakan, proses tender akan dimulai di kisaran bulan April dan Mei 2023.
“Sedangkan untuk realisasi sebagaimana info yang kami terima sekitar bulan Juni atau Juli tahun ini,” sebut Tapada.
Disinggung soal kesiapan diri para pedagang untuk direlokasi, ia mengaku sejauh ini tidak ada persoalan.
“Kita mulai sosialisasi ke mereka, dan kunjungan hari ini merupakan bagian dari itu,” terangnya.
Di samping itu, sambung dia, akan ada pula sosialisasi per kelompok pedagang.
“Nantinya juga kita akan sosialisasikan secara bergilir misalnya hari ini kelompok penjual sayur, besok yang jual ikan serta daging. Begitu seterusnya hingga semua pedagang tahu,” urainya.
Ditemui di tempat yang sama, Direktur Utama PUD Klabat, Masye Dondokambey SPd, mengatakan, terkait program revitalisasi pasar ini, pihaknya telah menyiapkan beberapa titik relokasi.
“Ada tiga lokasi yang rencananya kita gunakan untuk relokasi yakni Gedung Tumatenden, Pasar Sukur serta Pasar Dimembe,” sebutnya.
Ia pun berharap program ini akan berharap program revitalisasi ini akan terlaksana sebagaimana yang diharapkan.
“Sampai hari ini tidak ada penolakan. Ini juga boleh diartikan bahwa pedagang sangat mendukung program ini,” kuncinya.
[***/ein]






