Manado, KOMENTAR.ID
Perusahaan Umum Daerah (Perumda) PD Pasar Manado kini menjadi sorotan atas kinerjanya yang impresif dalam mentransformasi wajah pasar tradisional. Tak lagi identik dengan kesan kumuh, PD Pasar Manado dinilai berhasil menjalankan program revitalisasi yang berdampak langsung pada kenyamanan pengunjung dan warga kota.
Keberhasilan ini dibuktikan dengan berbagai pencapaian konkret dan pengakuan dari pihak eksternal, yang secara langsung memperkuat citra Manado sebagai kota yang nyaman dan ramah bagi wisatawan.
Prestasi Puncak: Sabet BUMD Award 2024
Puncak pengakuan atas kinerja PD Pasar Manado hadir di panggung nasional pada Mei 2024. Dilansir dari berbagai sumber media terpercaya, seperti Teras Manado dan Cahaya Siang, PD Pasar Manado sukses meraih penghargaan bergengsi BUMN-BUMD Entrepreneurial Marketing Awards 2024 di Jakarta.
Hebatnya, PD Pasar Manado yang dipimpin oleh Direktur Utama Lucky Senduk, menjadi satu-satunya BUMD pengelola pasar di Indonesia yang meraih penghargaan dalam kategori “Marketing 3.0”. Prestasi ini menempatkan PD Pasar Manado sejajar dengan BUMN dan BUMD raksasa lainnya seperti PT PLN, PT KAI, dan Garuda Indonesia.
Pencapaian ini menegaskan bahwa manajemen PD Pasar Manado telah berhasil menerapkan strategi pengelolaan modern yang diakui secara profesional.
Upaya Inti: Revitalisasi Digital dan Penataan Fisik
Prestasi tersebut bukanlah capaian instan, melainkan buah dari upaya serius dalam melakukan revitalisasi dan modernisasi pasar. Fokus utamanya adalah menciptakan pasar yang “bersih, sehat, aman, dan nyaman,” terutama seperti yang terlihat di Pasar Bersehati.
Berdasarkan data inovasi dari Kemendagri dan liputan RRI, berikut adalah upaya kunci yang dilakukan PD Pasar Manado:
- Transformasi Digital: PD Pasar Manado gencar menerapkan digitalisasi untuk efisiensi dan transparansi. Ini termasuk peluncuran sistem e-retribusi, penerapan parkir elektronik (sistem gate man-less), dan adopsi pembayaran cashless melalui QRIS dan E-money di lingkungan pasar.
- Penataan Fisik (Zonasi): Pasar ditata ulang secara komprehensif. Pedagang dikelompokkan berdasarkan cluster atau zonasi jenis usaha (misalnya, zonasi pedagang ikan, daging, dan sayuran dipisah dan ditata rapi). Langkah ini, menurut laporan media, sukses membuat pasar lebih teratur dan memudahkan pengunjung saat berbelanja.
- Kontribusi PAD: Keberhasilan pengelolaan ini juga terbukti memberikan kontribusi nyata bagi keuangan daerah. Mengutip Identitas News, PD Pasar Manado berhasil menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 6,4 Miliar pada tahun 2023.
Dinilai Berhasil: Jadi Rujukan Studi Banding Kenyamanan Pasar
Dampak paling signifikan dari upaya PD Pasar Manado adalah pergeseran persepsi. Pasar kini menjadi destinasi yang nyaman, tidak hanya untuk warga lokal tetapi juga untuk wisatawan yang ingin mencari oleh-oleh atau kuliner khas.
Keberhasilan ini bahkan mendapat pengakuan dari daerah lain. Pada Januari 2024, RRI Manado melaporkan bahwa rombongan Pemerintah Kota Gorontalo secara khusus melakukan studi banding (studi tiru) ke PD Pasar Manado.
Tujuan kunjungan tersebut adalah untuk mempelajari strategi pengelolaan dan regulasi pasar yang diterapkan di Manado. Dalam kunjungan itu, Pemkot Gorontalo secara eksplisit menilai bahwa pengelolaan pasar di Manado telah menunjukkan kemajuan signifikan, terutama “dari aspek kenyamanan”.
Pengakuan ini menjadi validasi kuat bahwa upaya PD Pasar Manado telah berhasil dan berkontribusi positif dalam mendukung program kenyamanan Kota Manado di bawah arahan Wali Kota Andrei Angouw dan Wakil Wali Kota Richard Sualang.
Transformasi yang dilakukan PD Pasar Manado adalah bukti nyata bahwa pasar tradisional dapat naik kelas. Melalui raihan prestasi BUMD Award 2024, inovasi digital, dan pengakuan atas kenyamanan fasilitas, PD Pasar Manado telah berhasil menjalankan perannya, tidak hanya sebagai penggerak ekonomi kerakyatan tetapi juga sebagai elemen vital dalam memperkuat citra Manado sebagai kota yang modern dan nyaman bagi semua.






