Jumat, Ratusan Massa Geruduk ACC Finance, Direktur LP2KKNP Nasihati Tidak Membakar Kantor

Kantor ACC Finance di Manado. (Google)

Manado, KOMENTAR.ID
Organisasi LP2KKNP memastikan unjuk rasa mengusir ACC Finance akan berlangsung Jumat pekan ini. Dalam keterangannya resminya ke KOMENTAR.ID, Rabu (28/7/2025) siang di Manado, Direktur LP2KKNP Stenly Daniel Sendow SH menegaskan, pihak membawa ratusan pendemo yang tergerak memberantas kejahatan sejumlah pelaku di tubuh ACC Finance.

“Massa yang kami bawa ada massa yang paham tentang persoalan hukum. Karena kejahatan ini melibatkan lembaga Finance ACC maka dengan sukarela kami bergerak.,” jelas Sendow.

Aktivis Hukum itu sangat yakin ada kelompok sindikat mafia BPKB di tubuh finance yang bekerja sama untuk memeras konsumen.

“Bayangkan mobil yang sudah dilunasi oknum TNI saja bisa ditarik, bagaimana dengan warga biasa? Saya yakin ada mafia terstruktur yang berperan menerbitkan BPKB dan mengelola database abal-abal untuk merampas kendaraan rakyat,” singgung Sendow.

Kendati sudah memasukan surat pemberitahuan demo ke Polda Sulut, Direktur LP2KKNP itu menasihati ratusan pendemo agar tidak membakar kantor ACC Finance.

“Ribut boleh tapi jangan bakar atau nerusak fasilitas orang,” pesan Sendow.

Diberitakan sebelumnya, tindakan kejahatan perampasan mobil Fortuner dan pemerasan uang dua ratusan juta yang dilakukan ACC Finance di Sulut terhadap pemilik atas nama Danny Sondak memicu amarah banyak orang di Sulut.

Stenly Sendow mengatakan perampasan dan pemerasan itu fenomena gunung es. Artinya jika diungkap secara professional ada sindikat mafia BPKB dalam tubuh ACC Finance yang kerjanya mengandakan BPKB yang asli lalu mengedit nama orang lain untuk tujuan perampasan.

“Giliran setelah dirampas baru hitunglah segala macam biaya untuk dimintai ke pemilik mobil yang sebenarnya. Praktek ini ada tapi melibatkan banyak unsur penegak hukum. Jadi sulit untuk diberantas kecuali mengusir ACC Finance dari Sulut,” jelas Sendow.

Dia menyatakan akibat tindakan kejahatan perampasan mobil Fortuner yang dilakukan sejumlah orang bayaran ACC Finance di Manado pada tahun lalu mulai berdampak pada kemarahan masyarakat. Ribuan personel warga yang terorganisir dalam Lembaga Pemantau Penyakit Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (LP2KKNP) Sulawesi Utara, berencana akan geruduk kantor ACC Finance Sulut, Jumat pekan ini.

Menurut Stenly Sendow, tindakan yang dilakukan kelompok penarik mobil dari ACC merupakan wujud kebiadaban yang tersamar dalam tubuh lembaga Finance.

“Dalam hukum bisnis apapun orang awam juga tahu, sangat tidak mungkin satu unit barang punya dua database kepemilikan. Mobil Fortuner itu sangat terang benderang milik Jacob Wuisan yang sudah dijual ke Denny Sondakh. Dan mereka tidak ada kaitan lagi dengan ACC Finance karena sudah lunas. Pemilik mobil juga bayar pajak,” ujar Sendow dengan nada geram.

Lebih lanjut, LP2KKNP akan mendatangi ACC Finance untuk mendesak penutupan kantor usaha dan menuntut ganti rugi dari ACC Finance ke pemilik mobil Fortuner Denny Sondakh.

“Mobil satu tahun ditahan. Sementara pemilik tidak ada utang piutang. Punya BPKB resmi. Jadi kami tuntut ganti rugi 12 bulan dikalikan biaya sewa Rp15 juta/bulan. Selain itu, ACC Finance harus bayar kerugian operasional pemilik mobil,” ujar Sendow.

Dia memperingatkan, apabila ACC Finance kemudian berupaya mengaburkan urusan, pihaknya akan mengambil langkah yang lebih tegas.

“Rampas mobil orang boleh kan? Jadi atas nama pemilik mobil kami akan ambil langkah tegas agar finance nakal ini kalau perlu ditutup dan keluar dari Sulut,” tegas Sendow.

Sebelumnya, ACC Finance diberitakan menahan mobil warga selama satu tahun.
Cara kerja sindikat mafia yang dipelihara lembaga Finance ACC Sulut untuk merampas Unit Mobil Fortuner di Kantor salah satu konsumen atas nama Danny Sondak bikin rusak nama baik Polda Sulut.

Bayangkan sekelompok orang suruhan ACC Finance ini menarik mobil dengan hanya merujuk pada dokumen dan database yang sudah mati, lalu merampas mobil milik Danny Sondak yang memegang BPKB aktif dan resmi. Perampasan itu terjadi pada Selasa lalu di sebuah kantor di Manado.

Redaksi sudah menemui Kompolnas Roy yang menangani database BPKB setelah diperiksa di komputer tersebut ternyata database yang mencetak nama Rio Sanger dan Royke Langi sudah tidak aktif lagi.

“Data ini sudah mati. Jadi Polres Minut tidak berhak menahan mobil itu atas nama ACC,” ujar Kasubdid BPKB Kompol Roy.

Sementara itu dari kubu Pemilik mobil menginformasikan bahwa pihaknya harus membayar Rp100 juta untuk mengambil kembali mobil rampasan itu.

“Mobil sudah lama lunas tidak ada hutang masa minta uang Rp100 juta. Itu gila,” ujar Wuisang.

Terpisah, aktivis Sulut Jefrey Sorongan mengatakan cara ACC Sulut itu seperti mempermalukan Polda Sulut.

“Itu sama halnya membongkar database Ditlantas Polda Sulut. Masa satu unit kendaraan muncul dua dokumen,” tutur Sorongan. (kim)

Update Berita dan Artikel KOMENTAR.ID menarik lainnya di Google News.

Related posts