Manado, KOMENTAR.ID
Penahanan kakek Lole Pantow, warga Ratatotok oleh Mabes Polri memicu persoalan baru di lokasi tambang emas ilegal (PETI), Pasolo, Ratatotok, Minahasa Tenggara.
Usai Lole ditahan dan dititipkan di rutan Polda Sulut, muncul sindikat mafia tambang yang mendorong sejumlah oknum mencuri material di lokasi menggunakan alat berat excavator dan merusak lahan milik Lole berdasarkan Surat Ukur dan Register Desa.
Tampilnya oknum-oknum itu menurut beberapa pelaku tambang sangat mungkin diback up Mabes Polri dan investor dana.
“Ah tidak mungkin mereka model begitu bisa sewa alat berat. Mereka yang ada di lokasi mengoperasikan alat itu pakai dana investor,” ujar salah satu penerima mandat Lole Pantow Jumat siang.
Sumber intelijen dari lokasi PETI tersebut, menyebutkan kuat dugaan pendana yang menggerakkan para operator di lokasi untuk menjadi tameng di lahan Lole Pantow adalah lelaki Roland dan Berry. Khusus Berry, pria ini pernah mengelola PETI di lokasi dimaksud dan membangun bak rendaman menjulur ke tanah Lole Pantow. Berry diduga kemudian melaporkan Lole Pantow ke Mabes Polri beberapa bulan lalu dan Mabes Polri kemudian menahan Lole Pantow di Polda Sulut.
Selain Berry, ada nama Roland juga dikaitkan dengan penyedia dana untuk mengelola PETI.
Dugaan back dana dari Berry dan Roland ini juga disebut untuk menjamin koordinasi ratusan juta ke Mabes Polri khususnya tim yang menangani kasus Lole Pantow.
“Menahan pemilik tanah lalu membiarkan orang baru masuk dan mengelola PETI, itu 1000 persen hasil produksinya dijual dan disetor ke oknum-oknum Mabes Polri yang semula menangkap pemilik lahan,” ujar warga Pasolo.
Terpisah, aktivis antikorupsi Jeffrey Sorongan meminta Kapolri Jenderal Sigit Prabowo menerjunkan tim Propam Paminal Polri untuk melakukan penyelidikan penanganan kasus yang melibatkan Lole Pantow.
“Dalam kasus ini, sebaiknya Propam Paminal Polri yang ambil alih. Karena bagaimana mungkin, Lole Pantow ditahan karena PETI tapi oknum lain masuk dengan bebas mencuri material di dalam,” imbuh Sorongan. (Kim)






