Mirip Sindikat, Djeki Dumais Minta Korban Transfer Rp75 Juta ke Orang Dekat YSK

Aliansi LSM mengadu ke DPRD Manado menuntun pemecatan Ferdinand Djeki Dumais. (kim)

Manado, KOMENTAR.ID
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Manado Fernando Djeki Dumais masih kepala batu menyatakan tidak ada bukti penipuan uang terhadap sejumlah orang. Dalam keterangan resmi yang dikirim ke Redaksi KOMENTAR.ID, Dumais menyatakan bantahan sekaligus meminta bukti mengenai apakah ada bukti korban VP mengirim uang ke rekeningnya. Taktik verbal Dumais ini rupanya sudah diketahui korban VP. Yakni minta sejumlah uang, janji proyek, beri jaminan cek orang lain bahkan rekening tujuan juga orang lain.

“Hal Tuduhan Sdr VP ttg 75 jt tsb coba dibuktikan siapakah pemilik Cek tsb apakah punya saya atau org lain, ada perjanjian bisnisnya ? Kl ada pernanjian siapakah yg hrs membayar cek tsb ? Apakah saudara VP ada mentransfer uang ke saya terkait Cek tsb ? Kl tdk ini fitnah serius : ini air susu dibalas dgn air tuba,, sekali lagi saya difitnah dan dicemarkan nama baik saya, saudara VP tdk punya dalil/bukti dan menuduh saya, apakah anda tahu konsekuensi dari tuduhan saudara yg kosong ? Saudara VP juga membuat Propaganda lewat Pamlet yg dikirim ke saya yg tendensius dan mencematkan nama baik saya,” jelas Dumais panjang lebar.

Kendati menurut korban ada kesan mengelabui, VP menjelaskan, Dumais memang meminta Rp75 juta pada tanggal 15 Agustus 2026. Permintaan itu dengan janji akan ada proyek pengadaan buku Rp500 juta di SMK Negeri 2 Bitung.
VP kemudian menyanggupi. Kemudian VP mengirim uang tanggal 21 Agustus 2026 ke rekening Vitha atas permintaan Dumais. VP meminta jaminan. Lalu Dumais membawa jaminan cek milik lelaki Dewa yang saat ini sedang sakit berat.

Anehnya menurut VP, Dumais mengirim pesan agar uang itu ditransfer ke Vitha Supit, bukan ke dia (Dumais).

” Dia telp dan WA istri saya. Dia suruh bangun untuk transfer uang Rp75 juta karena dia dan orangnya adik Gubernur YSK sudah di Aston Hotel. Makanya saya TF ke Vitha Supit,” jelas VP.

Setelah itu VP kemudian mencari jaminan yang dijanjikan Dumais.

“Lalu dia kasih pegang cek 75 juta. pikiran saya langsung timbul. Kalau cek kosong, saya akan pidanakan. Dan ternyata benar cek memang kosong. Ini yang masalahnya. Uang saya keluar 75 juta. Cek kosong. Padahal saya transfer karena dia bilang ada proyek buku Rp500 juta. Masa saya dibilang tidak punya bukti. Ini orang waras atau gila? Enak terima uang, giliran ditagih bilang tanpa bukti, lalu ancam-ancam orang. Saya tidak akan mundur mengejar uang saya Rp75 juta itu,” ujar VP.

Sementara itu penerima uang Rp75 juta perempuan Vitha Supit tidak membantah aliran dana yang diterimanya. Hanya saja melalui kontak WA Vitha menyatakan uang itu tidak ada kaitannya dengan cek yang diketahui kosong.

” Itu nda kaitan dng cek. Itu qt p doi. Qt p hak,” jawab Vitha.

Dia juga meminta agar tidak perlu mengaitkan urusan uang itu dengan Gubernur YSK.

” Nda ada kaitan nya dengan pak gubernur. Bagus selesaikan jo secara hukum. Nanti qt m merapat d pwi. Polresta jo yg proses,” imbuh Vitha.

Menanggapi jawab Vitha Supit itu, korban VP malah tertawa.

” Kita pe doi ? Maksudnya dia ada urusan apa dengan saya sampai uangnya ada di saya. Kan saya yang kirim Rp75 juta rekening Vitha atas permintaan Djeki Dumais yang menyatakan bahwa dia dan orangnya adik Gubernur sudah di Aston Hotel. Orangnya adik Gubernur itulah Vitha. Tidak perlulah mengaburkan masalah. Kalau tidak segera kembalikan uang saya, maka saya yang akan mengadu langsung ke Gubernur YSK sebagai Ketua Partai Gerindra di Sulut. Karena penipuan ini membawa identitas Gerindra.

Politisi Jefri Pangerapan yang duduk berhadapan dengan korban VP menyatakan perbuatan itu sungguh melecehka Partai Gerindra.

“Silahkan ke jalur hukum supaya jelas. Kalau salah kami akan tindak tegas,” saran Pangerapan.

Sayang, upaya keras kru KOMENTAR.ID meminta konfirmasi dan klarifikasi Djeki Dumais pada Rabu (22/10/2026) sore melalui dua orang kru tida berhasil.
Dumais hanya menjawab sedang sibuk dan janji untuk menelpon beberapa saat lagi tidak terwujud. (tim)

Update Berita dan Artikel KOMENTAR.ID menarik lainnya di Google News.

Related posts