Manado, KOMENTAR.ID
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sam Ratulangi (FISIP Unsrat) kembali mengukir torehan prestasi prestisius.
Maria Vinora Simanjuntak, mahasiswa Jurusan Ilmu Pemerintahan FISIP Unsrat, terpilih menjadi bagian dari delegasi Republik Indonesia yang akan mendampingi Menteri Luar Negeri RI Sugiono dalam forum Internasional di Australia.
Maria, yang juga aktif sebagai anggota Kelompok Studi Mahasiswa Pusat Studi Kepemiluan FISIP Unsrat, dijadwalkan mengikuti agenda Foreign and Defence Ministerial Meeting di Melbourne pada 25–26 Agustus 2026.
Akses Layanan Publik
Pertemuan tingkat tinggi tersebut sangat bergengsi karena menjadi wadah berkumpulnya para menteri luar negeri dan menteri pertahanan.
Dekan FISIP Unsrat, Dr Ferry Daud Liando, SIP, MSi, menyampaikan apresiasi mendalam atas kepercayaan yang diberikan oleh pemerintah pusat kepada institusinya.
Baca Berita Politik
Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam forum strategis antarnegara ini merupakan pencapaian langka dan membanggakan, khususnya bagi perguruan tinggi di luar Pulau Jawa.
“Ini sebuah kehormatan besar bagi kami karena FISIP Unsrat diberikan penghargaan oleh negara,” ujar Liando.
Jelajahi Kampus Impian
Ia menambahkan, momentum ini menjadi bentuk kepercayaan kedua yang diterima FISIP Unsrat dari Kementerian Luar Negeri RI dalam kurun waktu setahun terakhir.
Sebelumnya, Menlu Sugiono hadir langsung di kampus yang dikenal dengan julukan Kampus Reformasi tersebut untuk membawakan kuliah umum.
Capaian internasional ini kian memperkuat reputasi akademik FISIP Unsrat.
Buka Peta Digital
Pasalnya, dalam periode berdekatan, fakultas tersebut juga berhasil meraih akreditasi Unggul untuk tiga program studi secara berturut-turut, serta meloloskan salah satu dosennya sebagai Koordinator Program Studi Terbaik I di tingkat universitas.
“Ini menjadi kebanggaan bagi seluruh keluarga besar FISIP Unsrat. Kami berharap ke depan makin banyak peluang bagi mahasiswa untuk mengaktualisasikan kapasitas diri melalui kesempatan yang disediakan oleh lembaga-lembaga negara,” pungkas Liando. (kim)






