KOMENTAR.ID – Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI) bisa membantu manusia dalam hal kemungkinan terjadi bencana gempa bumi. Meskipun hingga kini belum ada satu negara yang menerapkan kecerdasan AI secara khusus untuk mendeteksi potensi bencana, AI secara keilmuan akan dapat diterapkan.
Menurut Guru Besar Teknik Sipil Unsrat Manado Prof Dr Benny J Manoppo MAGR, AI dapat dipakai secara konkrit untuk menangkap kemungkinan gempa bumi apabila manusia sudah berhasil memvalidasi semua variabel terjadinya gempa dengan cara memproses data historis dan citra satelit untuk mengenali pola gempa.
“Karena AI berfungsi untuk memprediksi, mendeteksi secara real-time, dan mempercepat peringatan dini guna mengurangi risiko serta dampak bencana alam,” jelas Manoppo dalam diskusi BMKG Sulut memperingati HUT ke-81 RI di ruang kantor BMKG Sulut, Rabu (26/8/2026) siang.
Ketua Himpunan Ahli Teknik Tanah Indonesia Cabang Sulut itu menerangkan AI mampu mendeteksi sinyal seismik atau pergerakan tanah dalam hitungan detik untuk mengirimkan peringatan sebelum gempa atau bencana lain berdampak luas.
“Dalan konteks memantau lingkungan misalnya, sensor cerdas dan drone yang terhubung dengan AI mengawasi kondisi hutan, tinggi permukaan air sungai, atau aktivitas vulkanik secara terus-menerus,” ujar dia.
Karena itu ia berharap, teknologi pembelajaran mendalam (deep learning) membantu memetakan zona bahaya secara presisi untuk merencanakan jalur evakuasi yang paling aman.
AI lanjut Manoppo dapat menciptakan simulasi realistis bagi masyarakat dan petugas evakuasi untuk melatih kesiapsiagaan menghadapi situasi krisis seperti gempa bumi.
“Jadi prinsipnya instrumen AI dapat dipakai, tinggal secara pengetahuan manusia harus mampu membuat validasi agar kecepatan kerja AI menjadi sangat berfaedah dan memberi dampak positif dalam hal mencegah kemungkinan banyak korban dalam gempa ,” pungkas Manoppo.
Kegiatan web-binae nasional Kesiapsiagaan Bencana Geo-Hydrometeorologi di Sulut, Rabu siang diikuti seluruh ASN dengan pelaksanaan yang berlangsung secara hybrid. Forum diskusi membuka pertanyaan untuk seluruh audiens dari berbagai daerah melalui web camp.
Webinar ini juga menghadirkan Keynote Speaker Dr Nasrol Adil SSi, MT, Kepala BMKG Wilayah IV.
Ketua Panitia Pelaksana Dr Sigit Pramono SSi, MSi yang juga koordinator BMKG Sukut berterima kasih kepada seluruh ASN dan pihak yang sudah mengambil bagian dana webinar tersebut.
“Semoga webinar ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan kita tapi menumbuhkan semangat kita untuk memitigasi bencana ke depan,” ujar Sigit. (kim)






