Manado, KOMENTAR.ID
Wakil Gubernur Sulawesi Utara Victor Mailangkay mendorong Fakultas Hukum Universitas Sam Ratulangi (FH Unsrat) memperkuat perannya dalam menjawab kebutuhan hukum dan pembangunan daerah.
Pesan tersebut disampaikan Staf Ahli Gubernur Sulut Bidang Kemasyarakatan dan SDM Christian Talumepa yang membawakan sambutan mewakili Wakil Gubernur Victor Mailangkay pada puncak Dies Natalis ke-68 FH Unsrat, Rabu (19/8/2026).
Momentum 68 tahun FH Unsrat dinilai bukan sekadar perayaan usia, tetapi juga kesempatan memperkuat kontribusi pendidikan hukum bagi Sulawesi Utara dan Indonesia. Selama perjalanan panjangnya, FH Unsrat telah melahirkan akademisi, praktisi hukum, birokrat, politisi hingga pemimpin masyarakat.
5 Poin Utama
- Victor Mailangkay mendorong FH Unsrat memperkuat peran sebagai pusat pendidikan, penelitian dan pengembangan ilmu hukum di Indonesia Timur.
- Kolaborasi pemerintah dan kampus perlu diperluas, terutama dalam penelitian, kebijakan, regulasi daerah dan edukasi hukum.
- Pembangunan Sulawesi Utara harus berlandaskan kepastian hukum, transparansi, akuntabilitas dan keadilan.
- Pendidikan hukum harus mampu menjawab tantangan era digital, termasuk kejahatan siber, perlindungan data dan kecerdasan buatan.
- Keunggulan akademik harus menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat, sejalan dengan tema Dies Natalis ke-68, “Bergerak Unggul, Berdampak bagi Negeri”.
FH Unsrat Diminta Semakin Dekat dengan Kebutuhan Daerah
Victor Mailangkay menilai Fakultas Hukum Unsrat memiliki posisi strategis dalam perjalanan pembangunan Sulawesi Utara.
Karena itu, FH Unsrat diharapkan tidak hanya mempertahankan kualitas pendidikan hukum, tetapi juga semakin dekat dengan kebutuhan pembangunan daerah.
Pemerintah daerah membutuhkan dukungan pemikiran akademik untuk menyusun kebijakan yang berkualitas, berbasis hukum dan data serta berpihak pada kepentingan masyarakat.
Tantangan Hukum Makin Kompleks
Perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan, keterbukaan informasi dan perubahan sosial telah menghadirkan tantangan baru bagi dunia hukum.
Persoalan perlindungan data pribadi, kejahatan siber, transaksi digital, hak kekayaan intelektual, perdagangan lintas batas hingga perubahan iklim membutuhkan sumber daya manusia hukum yang mampu mengikuti perkembangan zaman.
Karena itu, pendidikan hukum tidak cukup hanya mengajarkan kemampuan memahami peraturan perundang-undangan.
FH Unsrat didorong melahirkan insan hukum yang mampu berpikir kritis, menjunjung etika, memiliki keberanian moral dan memberikan solusi terhadap persoalan masyarakat.
Pemerintah Buka Ruang Kolaborasi
Victor juga membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan Universitas Sam Ratulangi, khususnya Fakultas Hukum.
Ikuti Komunitas Sosial
Kolaborasi dapat mencakup penelitian, penyusunan kebijakan dan regulasi daerah, peningkatan kapasitas aparatur, edukasi hukum kepada masyarakat hingga pendampingan berbagai persoalan hukum yang berkaitan dengan kepentingan publik.
Menurut Victor, pemerintah dan perguruan tinggi tidak boleh berjalan sendiri-sendiri.
Pemerintah memiliki kewenangan dan tanggung jawab dalam penyelenggaraan pemerintahan, sementara perguruan tinggi memiliki kekuatan intelektual dan akademik.
Sinergi keduanya dinilai dapat memperkuat kebijakan publik sekaligus meningkatkan kualitas pembangunan.
Hukum Harus Dirasakan Masyarakat
Dalam konteks pembangunan Sulawesi Utara, Victor menekankan pentingnya kepastian hukum, transparansi, akuntabilitas dan keadilan.
Pembangunan tidak cukup hanya mengejar pertumbuhan ekonomi. Kebijakan juga harus memberikan rasa aman, kesempatan yang adil, melindungi hak masyarakat serta memiliki dasar hukum dan tujuan yang jelas.
Karena itu, budaya hukum perlu terus dibangun di tengah masyarakat.
Hukum diharapkan tidak berhenti di buku dan ruang sidang, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.
Urus Izin Usaha
Pesan tersebut sejalan dengan tema Dies Natalis ke-68 FH Unsrat, “Bergerak Unggul, Berdampak bagi Negeri.”
Victor berharap tema tersebut menjadi semangat bagi civitas akademika untuk terus meningkatkan kualitas, menghadirkan inovasi dan memperkuat pengabdian.
Sebab, keunggulan akademik akan semakin bermakna ketika mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta memberikan kontribusi nyata bagi daerah dan bangsa.
Puncak Dies Natalis ke-68 FH Unsrat berlangsung pada Rabu (19/8/2026) dan turut diisi orasi ilmiah Kajati Sulut Jacob Hendrik Pattipeilohy.
Rangkaian acara juga ditandai prosesi penyalaan dan peniupan lilin Dies Natalis oleh Dekan FH Unsrat Prof. Ronald Mawuntu. (kim)






