Kisah Preman Yappi Rompas, Anak Kolong yang Sukses Sekolahkan Anak Hingga ke Rusia dan Sebentar Lagi Purnabakti

Drs Welson Yappi Rompas MSi, Dosen Fisipol Universitas Sam Ratulangi Manado. (ist)

Manado, KOMENTAR.ID
Banyak orang dari elemen mahasiswa dan tenaga pengajar, pun aktivis termasuk politisi mengenal dekat sosok Yappi Rompas. Pria tegap dengan nama lengkap Drs Welsom Yappi Rompas MSi. Dia dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sam Ratulangi, Manado. Nah semasa menjadi dosen, Yappi seringkali disemat kesan preman oleh rekan-rekannya, mahasiswanya, juga teman-teman dosennya dan politisi sekalipun.

Bahkan tidak sedikit orang yang memilih menghindari komunikasi dan interaksi karena khawatir disemprot kata-kata kasar tak terkecuali kena bentak depan umum.

Maklum. Yappi adalah anak kolong yang dibesarkan di barak militer zaman dahulu. Dia bahkan punya sejarahnya sendiri, masa lalu yang mencatat dirinya sebagai preman ibukota.

“Saya tahu dan menyadari itu sudah lama. Banyak orang menilai saya kasar bahkan langsung menyebut saya preman yang jadi dosen Unsrat. Kondisi ini mungkin karena sikap saya yang sering ngomong tegas dan terbuka. Saya tipikal orang yang tidak mau menahan amarah. Ada ketidakberesan saya langsung protes,” ujar Yappi Rompas, kemarin di Rumah Kopi K8, Sario Manado.

Yappi, sosok yang tidak mau menyimpan kesalahan atau kekecewaan dalam hati. Ada sesuatu yang tidak beres dia langsung protes. Aksinya di kampus sering dikhawatirkan para dosen dan mahasiswa akan berdampak pada kebisingan suasana pendidikan. Tapi dia bertanggung jawab.

“Kalau dia marah-marah ke pimpinan, itu artinya dia menuntut keadilan. Dia menginginkan kebaikan untuk dirinya, untuk mahasiswanya, juga untuk rekan-rekan dosennya,” kata salah satu dosen senior Unsrat.

Meski diberi label preman dan pemberontak, karakter itu tidak sama sekali mengubah tanggung jawab seorang ayah terhadap anak-anak. Yappi justru berhasil menyekolahkan sepasang anaknya di universitas ternama bahkan hingga ke luar negeri.

Anak yang pertama bernama Kevin Rompas. Saat ini sedang menempuh studi hukum di Moscow University Law setelah sempat menuntaskan pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Indonesia.

Kevin Rompas saat wisuda di Universitas Indonesia. (istimewa)

Sedangkan anak yang kedua namanya Veronica Mersy Rompas. Ia sudah di penghujung menyelesaikan pendidikan di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor dan sedang menunggu Pelantikan Presiden Prabowo Subianto.

Veronica Mersy Rompas, belajar di IPDN Jatinangor. Saat ini menunggu pelantikan Presiden Prabowo Subianto.


Lantas apa rahasia Yappi berhasil menuntaskan masa karya sebagai dosen selama 37 tahun dan menuntun anak-anaknya menyelseaikan pendidikan dengan baik?

“Dibalik kesan bahkan anggapan saya ini preman, saya percaya Tuhan sedang membawa saya ke tempat yang mulia. Artinya seluruh pekerjaan dan usaha saya, ada peran aktif Tuhan yang menuntun. Inilah yang memicu saya agar tidak sia-siakan masa bhakti sebagai wujud berkat Tuhan. Juga kehadiran anak – anak sebagai berkat dari Tuhan. Anak-anak itu harga diri saya. Makanya saya rawat dan saya jaga pendidikan mereka. Ayah mereka boleh dianggap preman, tapi anak harus melampaui kualitas hidup saya, seorang ayah mereka,” pesan Yappi.

Diketahui, Yappi Rompas adalah anak seorang militer zaman dahulu. Ia lahir Kawangkoan, 24 September 1961. Masa kecil hingga remaja, lama di barak militer. Karena itulah Yappi termasuk anak kolong. Ayahnya bernama Viktor Nyong Rompas. Seorang TNI AD yang mendapat bintang gerilya dari Presiden Soekarno tahun 1958. Ayahnya juga dapat Bintang 45 Golongan A.

Viktor Nyong Rompas-Popy Karauwan, ayah-ibu Yappi Rompas adalah keluarga militer zaman Soekarno.

Sedangkan ibu bernama Popy Karauwan. Dari latar belakang didikan ayah seorang militer, masa kecil Yappi penuh bayangan kekerasan.

” Ayah saya tegas dan disiplin. Itulah yang membentuk karakter saya hingga saat ini. Tidak mau neko-neko kalau ada sesuatu yang tidak benar ,” ujar Yappi.

Drs Welson Yappi Rompas MSi.

Nah selama 37 tahun menjalani profesi sebagai dosen sejak tahun 1989, Yappi Rompas malah mendapat tiga kali penghargaan Satya Lencana. Padahal hidupnya tak lepas dari kesan preman. Dia justru mendapat Satya Lencana 10 tahun dari Presiden Megawati, 20 tahun dari Presiden SBY dan 30 tahun dari Presiden Jokowi.

” Itu karena saya konsisten mengabdi melayani pendidikan di kampus, aktif di aivitas akademik, ” tutur Yappi yang sebentar lagi akan purnabhakti dari Unsrat.

Kini, Yappi Rompas mulai menghadapi purnatugas. Keadaan dia tidak lagi sebagai dosen Unsrat. Namun semangat mengajarnya tetap memancar.

” Saya segera purnabakti. Tapi saya tidak akan berhenti mengajar. Siapapun yang berjumpa dengan saya, jika butuh berbagi ilmu, saya akan tetap layani, kita membagi ilmu, menceritakan pengalaman. Termasuk mengajar kan?,” ujar Yappi.

Di akhir percakapan itu, Yappi berpesan kepada anak-anak termasuk mahasiswanya.

“Anak-anakku, teruslah berjuang. Jangan pernah lupa bahwa Tuhanlah yang setia menjagamu di tengah badai kehidupan. Teruslah berdoa, teruslah menata masa depan, hiduplah berbaik-baikan dengan sesama, ” pesan preman Yappi Rompas.

(Tn. Kamrin)

Update Berita dan Artikel KOMENTAR.ID menarik lainnya di Google News.

Related posts