Manado, KOMENTAR.ID
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kota Manado disorot Sekretaris Daerah dr Steaven Dandel, dikarenakan belum lakukan penginputan EPRA, hingga Realisasi Anggaran Bulan Januari hanya 0%.
Bahkan, Sekda menegaskan bahwa sebagai SKPD yang memiliki seperlima Pagu Anggaran harusnya menjadi percontohan tertib administrasi.
“Dinas Pendidikan memiliki seperlima Pagu anggaran yang ada, jadi minta tolong untuk segera ditindaklanjuti,” kata Sekda Dandel saat memimpin Rakor Evaluasi dan Pengawasan Realisasi Anggaran Tahun 2026 di Aula Pemkot Manado beberapa waktu lalu.
Dinas yang dimotori Kepala Dinas Peter K.B Asa tersebut dengan jelas terpampang di table realisasi anggaran, urutan kedua SKPD yang tidak melakukan penginputan EPRA hingga Realisasi Januari 0%, mengikuti jejak Dinas PUPR Manado.
Menariknya terinformasi media ini, Dinas yang memiliki Pagu Anggaran paling besar yakni kurang lebih Rp 300 Milliar itu, pimpinannya tidak berada di Manado, atau bisa dibilang lagi memantau pembangkangan dari luar daerah.
Meski begitu, Sekda Dandel tidak lupa menyampaikan apresiasinya terhadap SKPD yang sudah melakukan pelaporan hingga menunjukkan hasil realisasi yang baik.
“Terima kasih, terima kasih sekali lagi kepada teman-teman semua yang sudah mendukung dan lakukan pelaporan realisasi anggaran. Untuk yang lain tolong diperhatikan,” tandas Sekda.
Rakor EPRA ditutup dengan foto bersama Sekda Steaven Dandel, didampingi Kepala BKAD, Asisten I, Asisten II, Kaban Perekonomian, para Kepala Perangkat Daerah dan Camat.
[rollysondakh]






