Tahuna, KOMENTAR.ID
Setelah batal mengunjungi Kepulauan Sangihe akhir tahun 2025, Gubernur Sulut, Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus Komaling (YSK) kembali direncanakan datang ke Bumi Tampungang Lawo.
Rencana kedatangan Gubernur ke perbatasan untuk menghadiri peringatan HUT Daerah Sangihe ke 601 tahun.
Asisten I Pemkab Sangihe, Yohanis Pilat mengatakan, Gubernur sudah positif hadir di HUT Sangihe sekaligus akan mengikuti Upacara Adat Tulude.
“Sudah ada info dari provinsi Pak Gubernur positif hadir,” kata Yohanis.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe tengah mematangkan persiapan rangkaian kegiatan dalam rangka HUT Daerah Kepulauan Sangihe yang akan digelar pada 28 hingga 31 Januari 2025.
Ketua Panitia HUT Daerah Kepulauan Sangihe dan Pesta Adat Tulude, Grogorius Londo mengatakan, rangkaian kegiatan inti diawali dengan pelaksanaan ziarah ke makam para pendahulu daerah.
Kegiatan ziarah dipusatkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Malabur dan dilanjutkan ke 10 titik makam raja, mantan bupati dan wakil bupati, serta mantan Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Selanjutnya, pada pincak kegiatan tanggal 31 Januari, diawali dengan upacara bendera yang akan digelar pukul 07.30 Wita dilanjutkan pukul 10.00 Wita untuk agenda Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Pada malam puncak acara, digelar Upacara Adat Tulude yang dipusatkan di lapangan Gelora Santiago Tahuna Timur.
Rangkaian acara lainnya sudah dimatangkan, diantaranya pagelaran seni budaya dan pasar UMKM yang dipusatkan di Taman Kota Tahuna, lomba kebersihan antar organisasi perangkat daerah (OPD), serta lomba Kelurahan CBP (Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah) yang didukung oleh Bank Indonesia.
Kegiatan lainnya meliputi lomba mancing, kegiatan The Village yang melibatkan pelajar melalui lomba yel-yel, serta permainan edukatif Gasing (Gampang, Asyik, dan Menyenangkan), metode pembelajaran matematika yang dikembangkan oleh Profesor Yohanes Surya.
“Untuk mendukung kelancaran seluruh rangkaian kegiatan, panitia terus melakukan berbagai persiapan, termasuk latihan bagi pelaku adat, penyiapan lokasi kegiatan, serta pembangunan panggung, meja adat, rumah adat, dan bangsal,”ungkap katua panitia yang juga Asisten II Pemkab Sangihe, Grogorius Londo. {PeyKID}






