Tahuna, KOMENTAR.ID
Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari – Tendris Bulahari (TUARI) akhirnya menunda mendapat fasilitas kendaraan dinas (Kendis) baru yang akan dipakai untuk tugas dan kerja,

Inisiatif Michael dan Tendris menunda Kendis baru demi untuk pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) Aparatur Sipil Negara yang belum terbayar akibat dari defisiitnya keuangan daerah .
Sejak 2024, tunjangan kinerja ASN di Sangihe menunggak selama empat bulan, dari Agustus hingga November mencapai hampir Rp11,6 miliar, namun lewat pergeseran belanja dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2025, TUARI memberi solusi dengan menutup pembayaran satu bulan kurang lebih Rp2,9 miliar.
Menurut Bupati Michael Thungari, langkah TUARI belum sepenuhnya menjawab beban tunggakan, tapi itu sudah jadi komitmen TUARI dalam mencari solusi permasalahan ASN
“Kesejahteraan ASN lebih mendesak dibanding fasilitas pribadi kepala daerah,”tegas Michael.
“Kendis baru bukan masalah, kami bisa pakai mobil pribadi jika kendis lama bermasalah, yang terpenting masalah ASN mampu diatasi,”sambungnya.
Untuk diketahui, anggaran pengadaan Kendis Bupati dan Wakil Bupati sudah tertata dalam APBD Induk 2025, namun pada APBD Perubahan anggarannya digeser untuk membayar tunggakan TPP.
Pemerhati Politik Pemerintahan Sangihe, Montesky Kawuka menilai sikap TUARI terkesan hal biasa saja, namun dibalik itu, duet Bupati-Wabup milenial ini mampu membuang ego sektoral sekaligus menunjukkan sikap mulia sang pemimpin yang lebih mendahulukan kepentingan bawahannya ketimbang fasilitas mewah Kendis.
“Ini memberi pesan jika kepemimpinan TUARI tidak egois meski memiliki kewenangan. Ini juga dampak dari pemimpin yang ekonominya mapan, tak masalah menggunakan fasilitas pribadi melaksanakan tugas,”ungkap Montesky
Menurutnya, sikap TUARI terlihat sepele, tapi hal ini tidak mudah dilakukan pemimpin lain, termasuk pimpinan OPD maupun pimpinan DPRD.
“Sikap TUARI ini juga bisa jadi contoh bagi pimpinan OPD yang selama ini punya ego sektoral dan doyan jaldis. Pak Michael dan pak Tendris sudah menunjukan jika kepentingan daerah jauh lebih penting bukan sekedar mementingkan asas manfaat,”pungkasnya. {PeyKID}






