Manado, KOMENTAR.ID
Klaim kubu Cristiany Eugenia Paruntu (CEP) bahwa sudah mendapat dukungan suara 14 kabupaten/kota mulai menunjukkan gejala rawan. Sumber terbaru dari internal Golkar Sulut justru menyebut kondisi ini terjadi pada bulan Mei lalu. Sebaliknya, saat ini malah sudah 8 Ketua DPD II Golkar di Sulut yang sudah makin nyata mendukung bakal calon Tommy H Lasut (THL). Adapun delapan suara itu didominasi dari Bolmong Raya kecuali Boltim, kemudian Talaud dan Sangihe dan beberapa dari Minahasa Raya.
“Banyak yang sudah jenuh dengan CEP. Fokus lebih ke politik keluarga sendiri,” ujar sumber yang merupakan kader Golkar Sulut.
Sedangkan sumber yang sama menyebutkan sisa 7 DPD II masih menguat ke CEP. Itu dari Manado, Sitaro, Bitung, Minsel dan Boltim.
“Juga mungkin Minahasa dan Tomohon,” sebut sumber pria itu.
“Jadi begini, komposisi sudah berubah. Perubahan itu justru datang dari pemahaman DPD II mengenai nasib Ketua Umum Bahlil Lahadahlia nanti. Data kami dari 15 DPD II, 8 ke THL, 7 ke CEP,” ujar sumber resmi pengurus Golkar Sulut, Selasa (5/8/2025) di Manado.
Sebelumnya, kader Golkar Minsel Robby Sangkoy justru menyebut THL memiliki kemampuan memimpin karena terdidik di Golkar dari arus bawah dengan masa kepengurusan paling lama.
“Saya percaya, THL sangat mampu. Karena dia dibentuk dari bawah. Jadi dia paham seluk beluk dan dinamika internal Golkar,” ujar Sangkoy.
Dari Minahasa Utara, Ketua Barisan Muda Kosgoro Renald Tuwaidan juga menyebut THL punya kemampuan yang juga bisa melampaui CEP.
Pengusaha muda sukses dalam pernyataannya kepada media di salah satu hotel berbintang di kota Manado menyatakan THL sebagai sosok sejati yang lahir dan tumbuh dari akar rumput perjuangan Partai Golkar.
“THL adalah representasi kader murni. Ia meniti karier politik dari bawah, bukan figur instan. Dedikasinya, loyalitasnya, dan keberhasilannya sudah teruji. Ini waktunya Golkar Sulut dipimpin oleh figur berpengalaman dan merakyat seperti beliau,” ujar Reynald dengan nada penuh semangat.
Ia juga menekankan bahwa THL bukan hanya layak secara administratif dan politis, namun juga telah membuktikan kapasitasnya secara nyata di lapangan. Peningkatan kursi Golkar di DPRD Minahasa Tenggara, menurutnya, adalah bukti nyata strategi dan kepemimpinan yang efektif.
“Beliau bukan sekadar senior, tapi mentor. Sosok inspiratif yang tidak pelit ilmu. Saya pribadi banyak belajar darinya, terutama soal strategi kemenangan politik.”
Tak hanya bicara kapabilitas, Reynald menyoroti pentingnya regenerasi dan komitmen pada aturan internal partai.
Reynald menegaskan bahwa masa kepemimpinan Christiany Eugenia Paruntu (CEP) sudah berada di batas akhir dua periode sebagaimana diatur dalam AD/ART Partai Golkar.
“Partai harus taat aturan. Jika kita ingin tampil sebagai partai modern dan disiplin, kita mulai dari hal-hal mendasar. Dan inilah saatnya regenerasi terjadi. THL adalah pilihan tepat—figur dengan rekam jejak lengkap dan pemahaman total terhadap dinamika internal Golkar.”
Dukungan terbuka dari BMK Sulut yang dipimpin Reynald Tuwaidan ini makin memperkuat posisi Tonny Hendrik Lasut sebagai figur utama dalam bursa calon Ketua DPD I Partai Golkar Sulut.
Sementara itu, THL menyatakan bahwa dirinya siap maju sebagai calon Ketua DPD I Partai Golkar Sulut, dengan semangat kompetisi sehat dan penuh hormat terhadap mekanisme partai.
“Saya sudah siapkan seluruh amunisi dukungan, dari DPD hingga organisasi sayap. Tapi yang utama, saya akan tetap berpegang pada petunjuk dan arahan DPP Golkar. Petarung sejati tidak hanya siap bertarung, tapi juga tahu kapan bergerak dengan penuh perhitungan.”
(Tuan Kamrin)






