Manado, KOMENTAR.ID
Tuduhan sepihak sejumlah media masa terhadap SPBU Tateli dengan isi tudingan menjarah BBM subsidi jenis solar membuat manajemen terkejut. Dalam sebuah rilis resmi yang dikirim ke redaksi, Selasa (5/8/2025), manajemen SPBU mengatakan bunyi tudingan itu adalah narasi yang hampir serupa dengan pola yang dibuat media beberapa bulan lalu termasuk pekan lalu.
“Ini pola yang sama tapi diulang – ulang lagi dengan link berita yang berbeda. Yang jelas tuduhan itu tidak benar. Sudah dari tahun-tahun sebelumnya kami memberikan klarifikasi tapi narasi itu muncul lagi. Kami seperti menjadi target berita serampangan,” jelas Manager SPBU Tateli Yohanes Taliawo dalam rilisnya.
Anis-sapaannya, mengatakan, sejauh ini operator SPBU Tateli menjual solar subsidi secara normatif menggunakan standar barcode sebagaimana sesuai aturan yang berlaku.
“Semua mobil yang masuk dan membawa barcode, operator SPBU Tateli wajib melayani. Begitu pun layanan untuk nelayan yang membawa surat nelayan, operator SPBU Tateli harus memberikan pelayanan yang terbaik. Urusan bahwa setelah mengisi solar kemudian menjual kembali ke pihak lain, itu bukan ranah kami. Itu urusan di luar SPBU. Tugas kami adalah melayani mobil yang mau mengisi solar menggunakan barcode,” jelas Anis.
Pria ini memberikan keterangan resmi ke media agar Pertamina dan Hiswana Migas Manado juga memahami bahwa tantangan terbesar manajemen SPBU pada umumnya saat ini adalah menghadapi tuduhan serampangan.
Adapun jumlah solar yang masuk ke SPBU Tateli yakni 8 ton atau 8000 kilo.
“Dari jumlah itu bisa dua hari terjual normatif di SPBU,” ujar Anis.
“Yang pasti mandat negara agar kami menyalurkan BBM subsidi, sudah kami lakukan sambil memperhatikan standar dan mekanisme barcode termasuk jumlah maksimum yang diijinkan peraturan Negara,” terang Anis.
Ironisnya lagi, ada media yang menuduh Yohanes punya dua armada pengangkut BBM subsidi.
“Saya tidak ada oto, mereka ada dua oto. Gila orang yang tuduh itu,” tulis Anis.
Terpisah, aktivis Sulut Jefrey Sorongan meminta manajemen SPBU Tateli agar tetap melayani masyarakat kendati dihujani tuduhan sembrono.
“Kalau tuduhan tidak benar jangan tutup sementara waktu SPBU. Rakyat butuh BBM. Biarkan narasi tuduhan itu mati dengan sendirinya,” pesan Sorongan. (kim)






