Tahuna, KOMENTAR.ID
Alumni SMA Negeri Tahuna (SMANTAH)1982 dan SMP Negeri 201 Tahuna 1979 menggelar ibadah syukur reuni, bertempat di Hotel Mafana Tahuna, Minggu malam (13/07/2025).

Acara ini sekaligus juga sebagai ungkapan syukur atas suksesnya penyelenggaraan reuni akbar SMA Negeri Tahuna dan SMP Negeri 201 Tahuna, yang berlangsung tanggal 10 – 12 Juli 2025.
Pendeta Jusak Kuemba, yang juga alumnus SMANTAH 82 dan SMP 201 Tahuna 79, memimpin ibadah syukur yang sarat hikmah dalam suasana keakraban yang kental.
Dalam bagian khotbahnya, Pendeta Jusak menyentil tentang rasa rindu dalam suatu kebersamaan, dan yang terpenting adalah bagaimana menjaga rasa rindu untuk selalu dekat dengan Tuhan sang pencipta langit dan bumi.
“Cinta dan rindu kepada Tuhan membuat kita umat manusia pasti taat kepada Tuhan dan takut untuk mengkhianati Tuhan serta taat melakukan perintah-perintahNya,”ungkap Pendeta Jusak.
Sementara itu, ada beberapa hal yang disampaikan Ketua Alumni SMA Negeri Tahuna 82, Letkol Inf (Purn) Hendrik Darenoh ketika membawakan sambutan, diantaranya menyentil lewat reuni akbar telah terbangun hubungan yang akrab sesama alumnus termasuk telah membahas berbagai program, khususnya program alumni SMANTAH 82, salah satunya program pertemuan alumni SMANTAH 82 dan SMP Negeri 201 Tahuna 79 yang rencananya akan dilaksanakan di Jakarta.
“Jadi bersukur pada saat ini kita boleh kembali bertemu lagi setelah selama tiga hari mengikuti reuni akbar, dan ini adalah karena kuasa Tuhan yang berlaku bagi kita semua,”ucap Hendrik.
Mantan Kasdim 1301 Sangihe ini juga mengajak kepada para alumnus untuk tidak perlu kuatir dengan usia semakin lanjut, tapi selalu enjoy dan jalani kehidupan seadanya sebagaimana yang telah Tuhan anugerahkan.
“Sama-sama jalani apa yang telah Tuhan anugerahkan kepada kita, dan sehat-sehat saja atau enjoy, supaya kita masih bisa baku dapa ulang,”ujar Hendrik.
Sebelumnya diawal acara dilakukan foto bersama dan dijelang akhir acara ada jamuan makan bersama.
Seluruh rangkaian kegiatan diakhiri dengan acara refresing temu kangen, baik lewat senda gurau dan canda mengenang kisah lama maupun berbalas lagu serta ditambah keseruan para alumnus membaur dalam tarian empat wayer serta nyanyian-nyanyian lagu berirama masamper.(PeyKID}






