Bitung, KOMENTAR.ID
Polemik pelantikan dua pejabat eselon II di Pemkot Bitung, Sulawesi Utara (Sulut), Selasa (6/6/2025), masih terus jadi perbincangan di sejumlah kalangan. Beberapa orang menilai jika pelantikan tersebut telah menabrak aturan.
Pasalnya, pelantikan tersebut disebut-sebut hanya menggunakan rekomendasi pengembalian pada saat pemerintahan Wali Kota, Maurits Mantiri.
Hal ini ikut diperkuat dengan pernyataan Plt Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Bitung, Richard Wowiling, sebelum terjadi pergantian jabatan.
Di satu sisi, pelantikan ini juga dinilai tidak melalui kajian hukum. Pasalnya, 2 pejabat yang dilantik yakni GM sedang menjalani hukuman disiplin kasus netralitas pada tahapan Pilkada 27 November 2024 lalu.
Terhadap situasi ini, sejumlah pihak curiga sanksi terhadap kasus netralitas kepada GM cs telah dibatalkan oleh Wali Kota Hengky Honandar (HH).
Menanggapi hal ini, Aktivis Rusdiyanto Makahinda mengatakan, jika isu tentang pembatalan sanksi benar dilakukan oleh Wali Kota HH, tentu itu akan memicu tanda tanya besar.
“Jika memang itu benar, dasar hukumnya apa? Kajian seperti apa? Itu semua harus jelas, sebab sebuah proses pemeriksaan dan penjatuhan hukuman disiplin berbeda dengan Hak mengajukan keberatan,” tegas Makahinda.
Lanjut dia, walaupun antara hukuman disiplin kasus netralitas berbeda dengan perintah pengembalian dari BKN namun dia ikut mempertanyakan bagaimana bisa seseorang yang terlibat kasus dan telah terbukti secara nyata namun diberi jabatan.
“Lebih parah lagi, ia tersandung kasus disiplin, lalu dipercayakan sebagai pimpinan instansi yang salah satu tugasnya ialah penegakan disiplin pegawai. Ini kan aneh,” sindirnya.
Terpisah, Robby Supit, meminta walikota HH mengevaluasi dan melakukan pembatalan terhadap pelantikan yang dimaksud.
“Jabatan tersebut sangat strategis dan menyangkut manajemen ASN secara keseluruhan, sehingga harus diisi oleh sosok yang benar-benar bersih dan patuh terhadap prinsip-prinsip netralitas serta etika birokrasi,” tegas Robby.
[VM]






