Kasus DBD di Wilayah Kerja Puskesmas Kolongan Turun Drastis, Ini Pesan Penting dr Cicilia Paat

Seorang petugas dati Puskesmas Kolongan sedang melakukan fogging. Gambar lain: dr Cicilia Paat.

Minut, KOMENTAR.ID

Tidak bisa dipungkiri jika tren peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) kerap terjadi di awal tahun.

Hal ini dipicu kondisi cuaca awal tahun yang cenderung panca robah sehingga memudahkan nyamuk aedes aegypti berkembang biak. Dampaknya, lonjakan kasus kerap tak terhindarkan.

Tidak kecuali di wilayah pelayanan Puskesmas Kolongan, tepatnya di Kecamatan Kalawat.

Tercatat sejak awal tahun kemarin hingga pertengahan April ini, jumlah kasus DBD menyentuh angka 32. Adapun bulan Januari menjadi yang tertinggi yakni 17 kasus.

“Bulan Januari tujuh belas (Kasus DBD), Februari dua belas sedangkan bulan Maret hanya satu kasus,” kata Kepala Puskesmas Kolongan, dr Cicilia Paat, M.Kes, Selasa (15/4/2025).

Untuk bulan April, sambung dia, meski ada tren menanjak, namun sejauh ini hanya 2 kasus yang tercatat.

“Paling tidak, kita bersyukur bahwa jumlah kasusnya turun drastis dari tujuh belas kini tinggal dua,” akunya.

Meski begitu, ia mengaku pihaknya masih terus melakukan edukasi guna meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya terhindar dari wabah DBD.

“Apalagi cuaca sampai hari ini masih panca robah sehingga sangat penting untuk masyarakat mengetahui kiat apa saja yang perlu dilakukan guna mencegah wabah DBD menyerang,” sebutnya.

Diungkapkannya, paling tidak ada 2 hal penting yang wajib dilakukan warga guna terhindar dari wabah DBD yakni membasmi sarang nyamuk dan menghilangkan genangan air yang notabene adalah salah satu tempat favorit nyamuk pemicu DBD berkembang biak.

“Jadi, membasmi sarang nyamuk bisa dilakukan dengan menguras bak mandi secara teratur. Dan, setelah itu pastikan tidak ada lagi wadah yang bisa menampung air sehingga jadi tempat nyamuk,” urainya.

“Bisa juga dengan cara memasang kelambu pada tempat tidur,” sambung dia.

Dia yakin jika hal ini diperhatikan secara serius, maka wabah DBD akan bisa ditekan.

“Dan tentu, hari ini kita yakin warga makin paham karena petugas kita terus melakukan edukasi di desa-desa secara intens,” tutupnya.  

Sekadar diketahui, sejauh ini (Januari-April 2025) tercatat ada kurang lebih 137 kasus DBD di Kabupaten Minut.

[ein/kid]

Update Berita dan Artikel KOMENTAR.ID menarik lainnya di Google News.

Related posts