Manado, KOMENTAR.ID
Ternyata Celoteh dari Ketua PAMI-P, Jeffrey Sorongan yang ragu dengan kapasitas Kristian Bastian Aesong “ngaku-ngaku” Petinggi Masyarakat Adat Talaud, menuai fakta baru.
Dalam sebuah klarifikasi tegas, Ketua Dewan Adat Resmi Kabupaten Kepulauan Talaud, Arvan Bawangun, SH, MH, menyatakan bahwa pernyataan KBA tidak mewakili Dewan Adat Talaud yang sah. Ia menegaskan bahwa organisasi yang dipimpin KBA bukanlah bagian dari lembaga adat yang resmi dan memiliki legalitas yang diakui oleh masyarakat, gereja, dan pemerintah.
“Sebagai Dewan Adat Talaud yang sah, kami ingin menegaskan bahwa pernyataan saudara Kristian Bastian Aesong tidak mewakili kami. Jika ia mengatasnamakan Dewan Masyarakat Adat Talaud, itu bukan dari kami dan sangat jauh dari cara pandang kami. Kami selalu mengedepankan keharmonisan, rukun, dan damai antara masyarakat, gereja, dan pemerintah,” ujar Bawangun.
Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa kegaduhan yang timbul akibat kritik tak berdasar terhadap kepemimpinan Pj. Bupati Talaud bertentangan dengan prinsip utama Dewan Adat yang sah.
“Kami Dewan Adat Talaud adalah lembaga yang diakui dan memiliki SK resmi dari pemerintah. Jika ada pihak yang mengatasnamakan adat untuk memperkeruh suasana, itu jelas bukan dari kami,” tegasnya.
Dewan Adat dan Presidium Masyarakat Adat Talaud Bukanlah Lembaga yang Sama
Mendukung pernyataan Bawangun, Anton Sulung, M.Teol., Sekretaris Jenderal Dewan Adat Talaud, menambahkan bahwa Dewan Adat Talaud dan Presidium Masyarakat Adat Talaud adalah dua entitas yang berbeda.
“Sebagai Dewan Adat Talaud, kami adalah mitra masyarakat, gereja, dan pemerintah. Kami lebih fokus pada mendorong dan mendoakan agar daerah kita hidup dalam ketenangan, damai, dan saling mengasihi. Kami tidak terlibat dalam pernyataan-pernyataan yang hanya memperkeruh keadaan,” ujar Sulung.
Menurutnya, masyarakat perlu memahami bahwa ada batas tegas antara lembaga adat yang resmi dengan organisasi yang mengklaim diri sebagai representasi adat.
Serangan terhadap Pj. Bupati Dinilai Tidak Beralasan
Sementara itu, Ketua PAMI-P Jeffrey Sorongan sebelumnya juga menyoroti kredibilitas KBA dalam mengkritik Pj. Bupati Talaud. Ia menyebut bahwa tudingan yang dilemparkan KBA tidak hanya menyesatkan tetapi juga mengabaikan fakta bahwa kepemimpinan Manumpil justru mendapat apresiasi luas.
“Apa prestasi dia sebagai Ketua Presidium Masyarakat Adat Talaud? Jauh langit dan bumi dibanding orang yang ia minta dicopot. Pj. Bupati Talaud bekerja keras untuk rakyat, menyelesaikan hutang BPJS untuk 20 ribu jiwa, mendorong digitalisasi desa, serta menarik investor di sektor perikanan. Tapi malah diserang tanpa dasar,” tegas Sorongan.
Ia juga menuding bahwa serangan terhadap Pj. Bupati Talaud adalah bagian dari upaya menggiring opini publik dengan cara yang tidak sehat.
“KBA pikir Gubernur YSK bisa dihasut dengan pola pikir oplosan seperti ini? Justru Pj. Bupati yang ada sekarang adalah sosok ASN loyal dan bekerja untuk rakyat. Jangan sampai kritik tanpa dasar ini malah merugikan nama baik YSK sendiri,” ujarnya.
Dukungan Netizen Talaud: “Pj. Rasa Bupati”
Sorongan menekankan bahwa banyak masyarakat Talaud justru mengapresiasi kinerja Manumpil, bahkan menyebutnya sebagai “Pj. Rasa Bupati”—sebuah gelar yang mencerminkan kerja keras dan kedekatan Manumpil dengan rakyat.
“Jarang ada Pj. Bupati yang begitu aktif seperti Manumpil. Kritik tanpa dasar seperti ini justru memperlihatkan ketidaktahuan akan kondisi sebenarnya di lapangan,” pungkasnya.
Dengan adanya klarifikasi resmi dari Dewan Adat Talaud dan berbagai dukungan masyarakat, tuduhan yang dilontarkan KBA terhadap Pj. Bupati Talaud tampaknya semakin kehilangan kredibilitas. Kini, masyarakat Talaud bisa menilai sendiri, mana pemimpin yang bekerja dan mana yang hanya sibuk membuat gaduh. (CS)






