Ada Skenario Pemerasan Terhadap Kabid Perijinan DPM-PTSP Minut Rp50 Juta yang Dilakukan MR dan Melibatkan Dua Sosok Lain

Minut, KOMENTAR.ID
Kasus dugaan pelecehan yang menyeret Kabid Perijinan DPM-PTSP Minut lelaki JR alias Jefri menguak fakta baru. Ternyata ada upaya pemerasan yang dilancarkan Kasir SPA perempuan MR alias Mimsi. perempuan tersebut sepertinya memakai jasa penghubung lelaki BR.

Kepada redaksi Komentar.ID, JR menunjukan bukti pemerasan berupa permintaan uang senilai Rp50 juta. Selain chatingan permintaan uang Rp50 juta, ada bukti chatingan lain yang membawa nama Polres Minut dan bertujuan menakut-nakuti Kabid JR. Tampak dalam chatingan itu, ada seseorang yang teridentifikasi orang suruhan MR yang menakut-nakuti JR agar segera keluar rumah, karena khawatir polisi akan menangkap JR di kediamannya.

Orang yang diduga suruhan perempuan MR juga mengirim pesan ke JR seraya mengingatkan bahwa polisi sudah menaikan status penyelidikan dan ke penyidikan serta akan segera menangkap JR.

“Kabid.. So keluar disposisi penyelidikan dan penyidikan dari Kasat Reskrim,” tulis orang suruhan MR di WhatsApp. Pria itu mengingatkan JR agar tidak berada dalam rumah.

Kabid jangan dulu dirumah kaluar dulu, jangan dorang somo beking penjemputan/penangkapan/penahanan.
Sekarang kaluar dulu dari rumah,”
tulis pria itu.

Baru setelah chatingan bertubi-tubi dengan huruf “P” yang ditutup dengan kalimat”Jangan dulu di rumah“.

JR dalam percakapan dengan kru Komentar.ID di sebuah restoran di Minut (30/1/2025) malam mengatakan, dirinya sangat merasa diperas, ditakut-takuti dengan potongan video amatir dan cantolan status perkara dalam penyidikan dan penyelidikan.

“Mereka memaksa saya harus penuhi Rp50 juta. Saya bilang cuma mampu Rp25 juta. Dana saya sudah pernah kasih Rp2,5 juta. Katanya mau tanda tangan surat perdamaian. Ternyata laporan tidak dicabut,” jelas JR.

JR melanjutkan, ihwal tudingan upaya pelecehan yang menyasar dirinya. Sejak awal JR sudah merasa ada upaya merebut usahanya dengar skenario upaya pelecehan. Itu dirasa ketika MR yang belum dua pekan bekerja sudah minta gaji Rp5 juta. Dan pada puncak acara di lokasi Sutan Raja, MR tanpa sebab yang jelas meneriaki JR di sebuah ruangan Manager. Di ruangan itu MR meneriaki JR dan bermaksud mempermalukan dirinya. Gerah dengan tindakan dan teriakan MR yang makin tak terkendalikan, JR kemudian berupaya meredam dengan menarik tangan MR dan disaat itulah JR baru menyadari kalau MR sedang merekam dirinya melalui HP miliknya.

“Saya merasa tidak ada maksud dan tindakan pelecehan seperti yang dituduhkan. Yang benar saya merasa terganggu karena dia terus berteriak yang dapat berdampak pada tamu yang diundang dan hadir di acara tersebut. Saya keberatan dia merekam dan menyebar luaskan video rekaman, seolah-olah saya sedang melecehkan dirinya. Bahkan berbekal video itu, dia meminta uang puluhan juta melalui BR yang datang menemui saya di rumah sakit. Karena memang saat itu saya lagi sakit. Kemudian MR dan BR mengirim pesan melalui whats app sambil menakut-nakuti saya,” jelas JR.

Melihat kondisi yang dialami, maka JR merasa dirugikan atas tindakan MR dan BR.
Pertama Pemerasan melalui whast app yang membawa nama polisi dan video agar JR memenuhi permintaan Rp50 juta.
Kedua, ada skenario untuk menyingkirkan JR dari vendor SPA di Sutan Raja Hotel, yang menurut JR patut diduga ada keterlibatan Manager Spa.

“Itu sangat terasa,” terang JR alias Jefry.

JR menegaskan, bahwa dirinya menerima dan merasa dirugikan atas tindakan oknum-oknum tersebut serta akan segera membuat laporan balik ke polisi pada Jumat esok di Polres Minut. (Ein/kid)

Update Berita dan Artikel KOMENTAR.ID menarik lainnya di Google News.

Related posts