Minahasa, KOMENTAR.ID
Desa Kembuan dan Desa Tonsea Lama Kecamatan Tondano Utara yang dipisahkan Sungai Tondano sangat butuh akses penghubung. Sebab sejak dahulu hubungan dua desa tersebut tetap terpelihara.
Otomatis jalan dan jembatan yang ada saat ini menjadi akses yang sangat penting bagi kedua desa tersebut. Ini lantaran arus kendaraan yang melintas di satu-satunya jalan menjadi padat setiap hari.
Nah, di sekitar Jaga 1 Desa Kembuan dan Jaga 3 Desa Tonsea Lama ada jembatan gantung konstruksi besi yang menjadi akses utama menghubungkan interaksi kedua warga desa tersebut. Apalagi, jika sedang tergesa-gesa dan keperluan mendesak, jembatan ini jadi pilihan utama.
Sayangnya, kondisi jembatan sudah tak laik digunalan selain konstruksi tidak kuat ditambah sering dijadikan tempat anak-anak main lompat-lompat jadinya tidak aman untuk digunakan lagi.
Melihat kondisi ini, tim dari bakal calon (Bacaleg) Liony Leontin Mongi tergerak untuk mengupayakan rehabilitasi (perbaikan) kondisi jembatan. Pas juga, Hukum Tua (Kumtua) Tonsea Lama Estevanus Dimpudus dan Kumtua Desa Kembuan Olke Walalangi sangat mendukung ide ini.

“Saya diberi tahu temna-teman, kalau bisa membantu untuk rehab jembatan gantung tersebut. Karena memang dari akses kegunaan sangat membantu warga kedua desa tersebut. Cukup lebar karena membentang di atas aliras Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano,” tukas Liony, Owner Tsunagu (Jembatan) Japan-Indonesia.
Menurutnya, hal-hal yang bermanfaat untuk warga seperti jembatan sebagai penghubung kedua desa, harus mendapatkan perhatian lebih. “Ini untuk masyarakat umum dan menjadi akses penting, semoga yang kami lakukan bisa bermanfaat dan warga sendiri yang harus merawatnya,” ujar Srikandi Moncong Putih yang maju Dapil Tondano Raya untuk DPRD Minahasa.
Sementara itu Tim Torang Deng Jilly di bawah komando Audy Koms Kandouw dan kawan-kawan yang memback-up pekerjaan perbaikan jembatan dalam waktu yang tidak terlalu lama merampungkan hasilnya tanpa menunggu lama.
Kumtua Kembuan Olke Walalangi bersama Leony Mongi ikut memantau dan mengecek kondisi jembatan yang diperbaiki. “Terima kasih kami, juga bersama dengan Pemerintah Desa Tonsea Lama atas kepedulian dari Ibu Jilly yang sudah membantu sehingga jembatan bisa difungsikan lagi untuk warga,” imbuh Kumtua Olke.
Frangky Angki Lolong, salah satu tim kepercayaan Owner Tsunagu mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim yang sudah bekerja sama sehingga pekerjaan perbaikan selesai dalam waktu yang tidak terlalu lama.
Warga pun sangat mengapresiasi perhatian dari Jilly Mongi yang sudah membatu perbaikan akses penghubung. “Tsunagu Japan-Indonesia, Tsunagu Kembuan-Tonsea Lama. Torang Jilly, Tondano Raya Deng Jilly,” tegas warga kompak, Rabu (07/06/2023).
(ste/kid)






