Tahuna, KOMENTAR.ID
Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sangihe dari tahun ke tahun terus mengalami kerugian akibat dampak dari tunggakan pembayaran tekening air yang mencapai puluhan hingga ratusan juta.
Yang memiriskan, penyumbang tunggakan terbesar justru dilakukan kantor-kantor instansi Pemkab Sangihe, termasuk rumah-rumah dinas yang ditempati pejabat.
Direktur PDAM Sangihe, Teguh Salainti tak menepis akan hal ini ketika dikonfirmasi sejumlah awak media belum lama ini.
Bahkan yang lebih memiriskan menurut Teguh, tercatat kantor Bupati Kepulauan Sangihe yang sering menunggak, hal ini berbanding terbalik dengan kantor DPRD Sangihe, Rumah Sakit Liunkendage Tahuna, Polres Sangihe, Lanal Tahuna dan Kodim Sangihe serta beberapa instansi vertikal yang justru tidak ada tunggakan atau paling rajin membayar rekening air.
“Tunggakan instansi Pemkab Sangihe sudah bertumpuk hingga beberapa tahun dengan jumlah yang bervariasi mulai dari Rp 1 jutaan hingga Rp 5 juta lebih,” ungkap Teguh.
Sementara itu langkah taktis yang dilakukan guna menekan tingginya tunggakan tersebut, saat ini PDAM mulai menyurat kemasing-masing kantor dinas/badan agar segera melunasinya.
“Kami sudah menyurat ke beberapa kantor dinas/badan agar segera melunasi tunggakan air mereka, sebab kalau tidak kondisi keuangan PDAM akan semakin parah, sampai-sampai untuk biayai BBM mobil operasional dan BBM mobil tangki saja sangat sulit, termasuk untuk pembayaran gaji karyawan bakal tersendat,” kata mantan Staf Ahli Fraksi PDIP DPRD Sangihe ini.
Dia juga menyarankan kepada instansi pemerintah setempat dapat melakukan penghematan air agar jumlah pemakaian air berkurang hingga berdampak pada jumlah pembayaran rekeing.
“Saya sempat menemukan ada beberapa kantor yang kran airnya tidak pernah ditutup, dan ketika saya menutup, ternyata kranya sudah rusak. Nah, hal seperti ini yang akan membuat rekening air membengkak. Sudah menunggak juga boros menggunakan air,” tutupnya.
[Verry Bawoleh]
Update Berita dan
Artikel
KOMENTAR.ID menarik lainnya di
Google News.