Sitaro, KOMENTAR.ID
Tinggal beberapa bulan lagi bupati dan wakil bupati Kepulauan Siau, Tagulandang, Biaro (Sitaro) periode 2018-2023, akan menyelesaikan masa kerja. Tidak heran jika kemudian di sela-sela sambutannya di rapat paripurna Pansus LKPJ Rabu (12/4/2023), Bupati Evangelian Sasingen menyempatkan diri menyampaikan ungkapan pamit kepada semua peserta rapat.
Menyikapi hal itu, salah satu Anggota DPRD Sitaro, Alfrets Ronald Takarendehang (ART) merespons dengan menyampaikan apa yang menjadi permintaan masyarakat Sitaro saat ini kepada Bupati Sasingen.
Adapun yang disuarakan ART di rapat yang turut dihadiri para Camat, Lurah dan Kapitalau itu menyangkut kondisi harga pala yang boleh dibilang terjun bebas.
“Selisih harga (jual) dibanding yang lalu sudah kurang lebih dua belas ribu (rupiah). Ini nyaris setara dengan harga beras satu kilo,” kata ART menyikapi ungkapan pamit Bupati Sasingen saat memberi sambutan.
Menurut dia, kondisi ini kian memberi tekanan ekonomi terhadap masyarakat Sitaro pada umumnya sehingga perlu menjadi atensi serius pemerintah daerah.
“Ini diakibatkan oleh turunnya kepercayaan pasar Eropa lantaran banyaknya pala dari luar yang masuk sehingga mempengaruhi predikat pala Siau yang selama ini dikenal memiliki kualitas terbaik di dunia,” sebutnya.
Dalam kondisi ini, sambung dia, sangat diperlukan campur tangan serta ketegasan pemerintah daerah menutup pintu masuk pala dari luar daerah.
“Saya sangat yakin ketika pasokan pala dari luar dikunci, maka tingkat kepercayaan terhadap kualitas pala Siau akan kembali naik, dan itu akan seirama dengan harga beli di pasar,” ujarnya.
“Nah, dalam situasi ini apa salahnya sebelum Ibu Bupati mengakhiri masa jabatan boleh meninggalkan kesan istimewa terhadap masyarakat Sitaro yang notabene sebagian besarnya adalah petani pala,” sambung politisi Nasdem yang kini telah pindah haluan ke Golkar ini.
Menurut dia ketika ada ketegasan dari pemerintah daerah terhadap oknum-oknum nakal ini, maka otomatis dengan sendirinya praktik mengoplos pala Siau dengan pala luar akan semakin diminimalisir.
“Sekali lagi masyarakat sangat berharap ada kepedulian pemerintah daerah terhadap hal ini, sehingga harga pala boleh kembali naik,” serunya.
Sekadar diketahui, bersamaan dengan menyampaikan aspirasi masyarakat, ART juga secara terbuka menyatakan jika dirinya sudah mundur dari Partai Nasdem dan kini sudah bergabung dengan partai Golkar.
“Ini juga (Rapat Paripurna LKPJ) bisa jadi merupakan momen terakhir saya bersama teman-teman (Eksekutif dan Legislatif) di sini, oleh karena itu saya mohon maaf apabila selama ini ada kata-kata atau tindakan saya yang melukai hati saudaraku sekalian. Sekali lagi mohon dimaafkan,” ungkapnya sembari mengaku saat ini tinggal menunggu rekomendasi untuk Pergantian Antar Waktu (PAW).
[***/ein]
Update Berita dan
Artikel
KOMENTAR.ID menarik lainnya di
Google News.