Stunting Terus Menurun, Pasandaran Optimis Tahun 2024 Capai Target

Tahuna, KOMENTAR.ID

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe terus menseriusi penanganan kasus Stunting atau gangguan pertumbuhan anak akibat masalah kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu panjang.

Seperti yang disampaikan Kadis Kesehatan Sangihe, Handry Pasandaran, di tahun 2021 kasus Stunting sempat menembus angka 300-san, namun cenderung menurun hingga 200-san di tahun 2022, menjadi indikasi serius bagi Pemkab Sangihe untuk mampu mencapai target penurunan secara nasional dibawah 14 persen.

“Memang cukup baik menurun dari 18 persen pada 2021 dan kini menjadi 16 persen, dan jika penurunannya terus stabil dalam kisaran 2 sampai 3 persen per tahun, kami optimis target nasional dibawah 14 persen pada Tahun 2024 akan tercapai,” kata Handry di ruang kerjanya, Kamis (30/03/2023).

Disentil pernyataan Penjabat Bupati Sangihe, Rinny Tamuntuan beberapa waktu lalu jika butuh kerja keras untuk mencapai target penurunan stunting, tak ditepis mantan Direktur RS Liunkendage Tahuna ini.

Menurut Handry kerja keras dimaksud harus dilakukan keroyokan bersama lintas sektor, sebab selain Dinas Kesehatan yang khusus menangani masalah kesehatan ibu dan bayi, juga ada peran Dinas Pemberdayaan Masyarakat lewat dana desa untuk tambahan makanan anak dan membiayai kader kesehatan peduli stunting, kemudian Dinas Pekerjaan Umun yang menangani sanitasi lingkungan penanganan limbah rumah tangga agar anak aman dari diare, Dinas Sosial lewat bantuan khusus maupun BLT serta BKKBN untuk bina keluarga berencana sehinnga pola asuh anak dapat berjalan dengan baik.

“Jadi harus keroyokan, karena jika lintas sektor ini berjalan dengan baik, bukan hal yang sulit bagi kita mengatasi permasalahan Stunting,”ungkap Handry.

Lalu pola apa yang telah diterapkan Dinas Kesehatan selaku intansi teknis kesehatan dalam penanganan Stunting, kata Handry dimulai dari pengawasan remaja putri sampai mempersiapkan calon ibu dalam usia yang ideal untuk menikah, selanjutnya ketika ibu hamil dilakukan pemeriksaan secara teratur minimal enam kali serta ketika melakukan persalinan harus di rumah sakit dengan ketersediaan fasilitas yang memadai, termasuk juga ASI dipastikan harus terpenuhi selama bayi menyusui.

“Prinsipnya kami sudah mempersiapkan calon ibu ini sebelum dia melahirkan sampai anaknya lahir dalam keadaan sehat. Begitupun ketika anak ini dalam pertumbuhannya diperhatikan pola asuh. Jadi Ini penanganan Stunting dari sisi kesehatan, selanjutnya melibatkan lintas sektor,”terang Handry.

Update Berita dan Artikel KOMENTAR.ID menarik lainnya di Google News.

Related posts