Sejumlah Tantangan di Balik Sukses dr Harold Sepang Jadi Dokter Teladan Tingkat Nasional, Nyaris Tenggelam Dihantam Gelombang

Minut, KOMENTAR.ID

Warga Kabupaten Minahasa Utara (Minut) patut berbangga memiliki sosok dr Harold Sepang. Pasalnya, ASN yang saat ini dipercaya sebagai Kepala Puskesmas di wilayah pulau yakni Puskesmas Tinongko, di Kecamatan Wori ini, mampu mengharumkan nama Kabupaten Minut sampai ke tingkat nasional.

Read More

Diketahui, belum lama ini dr Harold didaulat sebagai salah satu tenaga kesehatan teladan tingkat nasional untuk kategori dokter Puskesmas.

ASN yang sudah kurang lebih 5 tahun mendedikasikan diri melayani masyarakat di 7 desa di pulau Nain dan Mantehage ini, menjadi satu-satunya utusan Sulawesi Utara (Sulut).

Tentunya, ini bukanlah hal mudah didapat mengingat ada  ribuan tenaga kesehatan di Sulut bahkan di Indonesia yang ikut penjaringan ini. dr Harold sendiri saat dimintai tanggapan perihal capaian yang tergolong istimewa itu, nampak enggan bicara lebih.

“Sebagai pelayan masyarakat, apalagi di bidang kesehatan, bagi saya pribadi pelayanan terbaik adalah yang utama. Soal kemudian mendapat penghargaan, itu hanyalah bonus bukan tujuan akhir,” aku dr Harold.

dr Harold Sepang cs sedang berhenti di tengah hutan sambil makan siang sebelum melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki.

Dikatakannya lagi, ia hanya melakukan kewajibannya selaku tenaga medis yakni melayani masyarakat di bidang kesehatan.

Apalagi, sambung dia, banyak tantangan yang dihadapi dalam pelayanannya di pulau Nain dan Mantehage yang notabene masuk kategori Daerah Terpencil Perbatasan Kepulauan (DTPK).

“Jangankan mau pikir cari prestasi, mau jangkau semua masyarakat pun kita harus ekstra putar otak,” ujarnya.

“Kita harus jalan kaki dari desa yang satu ke desa yang lain. Naik turun bukit tanpa ada kendaraan bermotor. Belum lagi keterbatasan komunikasi lantaran tidak maksimalnya jaringan seluler maupun internet,” sambungnya.

Tidak kalah menantang, kata dia lagi, ketika cuaca sedang tak bersahabat, yang di saat bersamaan ada warga membutuhkan penanganan medis.

“Saya bersama tim sudah beberapa kali berhadapan dengan kondisi ini. Bahkan, ada beberapa momen di mana nyawa harus dipertaruhkan lantaran perahu yang kami tumpangi nyaris terbalik akibat terjangan gelombang tinggi,” bebernya.

Tak jarang kondisi seperti itu, akunya, memunculkan hasrat dalam hati untuk mundur.

Nampak petugas medis Puskesmas Tinongko memikul peralatan medis menembus hutan berbukit guna pelayanan kesehatan masyarakat.

“Hanya panggilan dalam misi kemanusiaanlah yang terkadang masih boleh menahan hasrat untuk menyerah,” akunya.

Di sisi lain, ia juga tak menampik kalau semangat tim yang ditunjukkan oleh para pegawai di Puskesmas Tinongko membuat dirinya masih boleh bertahan.

“Kalau bukan karena support dari teman-teman, belum tentu saya boleh bertahan sampai tahun ke lima di sana (Puskesmas Tinongko). Termasuk boleh dapat penghargaan,” sebutnya.

Disebutkannya lagi, dedikasi tim dalam pelayanan telah membuahkan hasil di mana kasus stunting di wilayah pulau boleh ditekan.

“Hal lain yang juga boleh bikin kita bangga adalah masyarakat desa Mantehage Tiga dan Tinongko sudah boleh deklarasikan STOP BABS (Buang Air Besar Sembarangan),” ungkapnya sembari menyebutkan, salah satu persoalan yang masih diperjuangkan solusinya ialah ketersediaan air bersih.

Oleh sebab itu, ia berharap dengan terus dilakukannya upaya, persoalan air bersih boleh tertangani.

“Sambil juga terus meningkatkan layanan kesehatan, termasuk edukasi kepada masyarakat,” tuturnya.

Tak lupa juga ia berterima kasih kepada Bupati Joune JE Ganda SE MAP MM MSi dan Wakil Bupati Kevin W Lotulung SH MH, yang terus menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat di pulau Nain dan Mantehage.

“Di awal saya datang ke sana, kondisi bangunan mauoun rumah dinas Puskesmas Tinongko terbilang memprihatinkan. Namun, sejak kepemimpinan Bapak Bupati Joune Ganda dan Bapak Wakil Bupati (Kevin Lotulung), telah direnovasi. Bahkan, listrik sudah 1×24 jam,” kuncinya.

Sekadar diketahui, di tahun pertama kepemimpinan dr Harold di Puskesmas Tinongko, jumlah pegawai hanya 8 orang yang harus meng-cover 7 desa di 2 pulau. Kini sudah ada 12 pegawai ASN ditunjang 15 THL.

[***/ein]

Update Berita dan Artikel KOMENTAR.ID menarik lainnya di Google News.

Related posts