Warga Meradang, Ini Sederet Masalah PT BOM, Kontraktor yang Menimbun Pesisir Malalayang

0
754
Salah satu dump truck PT BOM yang mengangkut tanah dari galian C ilegal di Warembungan, Minahasa. Aktivitas ini meresahkan warga Malalayang. (ist)

Manado, KOMENTAR.ID

Manggis Travel

Proyek reklamasi pantai di Kelurahan Malalayang 1 oleh PT TJ Silvanus menimbulkan masalah baru. Warga mulai meradang lantaran material abu berterbangan ke sejumlah rumah makan, kios dan pemukiman penduduk. Kontraktor yang menangani bagian pengangkutan dan penimbunan yakni PT Buana Oto Mandiri (BOM) malah cuek bebek.

Ulah PT BOM ini membuat warga geram dan mendesak pemerintah segera menghentikan aktivitas pengangkutan material.

“Mereka angkut dengan dump truck terbuka. Begitu menurunkan material abu mulai beterbangan ke rumah warga, warung makan dan kios. Ini kurang ajar,” tutur warga sekitar, Senin (15/5/2023), siang.

Buntut aktivitas penuh debu itu, sudah ada dokter yang mengalami penyumbatan pernafasan dan jatuh sakit.

Proses pengangkutan material dari galian C ilegal di Warembungan juga tidak memerhatikan kenyamanan dan kebersihan. Banyak material yang tidak ditutup terpal malah ikut beterbangan sepanjang jalan dari Warembungan hingga pesisir Malalayang.

“Tiap menit lalu lalang di jalan angkut tanah. Tidak ditutup. Abu tanah terbang sepanjang jalan,” ungkap warga.

Lanjut, warga juga memrotes tindakan penyiraman sementara yang menggunakan air laut. Rupanya air laut itu ikut terbawa angin dan melekat di perabot rumah warga.

Kondisi bahu jalan sudah mulai rusak akibat ulah PT BOM yang mengangkut material ke pesisir Malalayang 1. (ist)

Kemudian, kerusakan bahu jalan mulai tampak akibat aktivitas PT BOM. Itu terlihat dari genangan air dan permukaan jalan masuk kawasan reklamasi yang mulai membentuk lubang.

Mengenai keluhan dan protes warga ini, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Manado Frangky Porayow belum berhasil dimintai tanggapan. Redaksi sempat menghubungi Porayow, tapi ponselnya dalam keadaan sibuk. (*)