Manado, KOMENTAR.ID
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menugaskan secara khusus Mayor Jenderal (Purn) Yulius Selvanus Komaling untuk memenangkan dirinya dan Partai Gerindra di Sulawesi Utara, pada Pemilu 2024. Prabowo yang merupakan capres Gerindra, memiliki keyakinan yang kuat mengenai komitmen dan loyalitas Yulius Komaling di tanah leluhur Minahasa.
“Saya tentu berterima kasih atas penugasan khusus yang diberikan Ketua Umum Gerindra Pak Prabowo Subianto, untuk memenangkan beliau dan Gerindra di tanah leluhur Minahasa. Dan saya menerimanya dengan sukacita. Ibunda Saya dan Pak Prabowo dari Minahasa. Kami memiliki visi dan komitmen yang sama,” ungkap Mayjen Yulius Komaling.
Prabowo dan Yulius sebetulnya datang dari latar belakang yang sama, baik asal usul leluhur, profesi, maupun nadi perjuangan. Bagi segelintir tokoh masyarakat, memandang Prabowo dan Yulius sebagai putra Minahasa yang dididik dengan prinsip hidup yang teguh dan komitmen yang jujur.
Penugasan khusus yang diberikan Prabowo diyakini karena prinsip dan loyalitas Yulius yang sudah teruji, bahkan setia sampai akhir perjuangan.
Dalam suatu kesempatan, di awal Mei 2023, Prabowo pernah menyebut Yulius sebagai ‘Rambonya Indonesia’. Prabowo menceritakan sosok Yulius yang pernah malang melintang di medan perang. Yulius sangat tangguh memimpin pasukan di arena tempur. Itu terbukti saat dirinya memimpin operasi militer di Papua pada tahun 2009 silam. Kisah Yulius itu tertuang dalam buku Kopasus untuk Indonesia.
Rekam jejak dua putra berdarah Minahasa ini hampir serupa. Keduanya lahir dari rahim Komando Pasukan Khusus (Kopasus), dengan didikan dan jiwa kostrad yang pantang mundur.
Bagi banyak kalangan aktivis dan tokoh pemuda, sosok Yulius adalah aset. Memiliki segudang pengalaman kepemimpinan dan tanggung jawab di tubuh TNI, Yulius dinilai pantas menerima mandat Prabowo Subianto.
Yulius memiliki integritas dan disiplin kepemimpinan yang tegas, ramah dan terbuka.
Layaknya Prabowo Subianto, publik Sulut memandang Yulius memiliki karisma mengelola visi politik untuk kebaikan bersama, untuk kepentingan masyarakat daerah.
Mayjen Yulius merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1988. Ia adalah jenderal didikan Kopassus. Di Kopassus, ia pernah menjabat sebagai Wakil Komandan Grup-1 Kopassus dari tahun 2010 sampai dengan 2012. Mayjen Yulius juga pernah bertugas di BIN. Di BIN, ia sempat jadi Wakil Kepala BIN Daerah Kepulauan Riau dari tahun 2016 sampai 2017. Lalu dipromosikan jadi Kepala BIN Daerah Kepulauan Riau.
Mayjen Yulius jadi Kepala BIN Daerah Kepulauan Riau dari tahun 2017 sampai dengan 2018. Ia juga pernah jadiStaf Khusus Kasad dari tahun 2018 sampai dengan 2019. Lalu ditunjuk jadiKomandan Korem 181/Praja Vira Tama yang dipegangnya dari tahun 2019 sampai dengan 2020.
Setelah itu, pada tahun 2020, Mayjen Yulius mulai menjabat sebagai Kabainstrahan Kemhan. Saat ini ia menjadi Staf Khusus di Kemenhan RI.
(Hut Kamrin)






