Manado, KOMENTAR.ID
Kehadiran Presiden Joko Widodo di Manado selama 3 hari, ikut berdampak pada aktivitas mafia dan para pelaku penggelapan solar subsidi. Para penjahat yang merampas solar subsidi di hampir semua SPBU ini memilih libur selama 3 hari, menyesuaikan dengan masa keberadaan Jokowi di Manado.
“Semua berhenti total. Ada Presiden di Sulawesi Utara,” ungkap sumber mafia solar, Kamis (19/1/2023) sore.
Sementara itu, pantau awak media sejak Rabu kemarin, semua SPBU tampak lancar. Ratusan dump truck yang selama ini berjejer mengantre di SPBU sudah tidak tampak.
Diketahui, para pelaku solar subsidi di Manado akhir-akhir ini sudah mulai cerdik mengamankan BBM hasil sedotan. Mereka tidak lagi menampung di gudang. Tapi menitipkan ratusan ton solar per hari di masing-masing armada atau dump truck. Modus ini dipakai untuk mengelabui polisi.
“Ada dua pemain besar yang titip solar di dump truck. Jadi kalau polisi mau tangkap, tangkap saja di dump truck yang baru keluar dari SPBU,” tutur sumber.
Sebelumnya, menanggapi banyaknya laporan dari masyarakat terkait antrean panjang truk yang mengisi solar di SPBU sehingga mengakibatkan kemacetan parah, Kapolda Sulut, Irjen Pol Setyo Budiyanto, melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada Desember 2022 lalu.
Sidak yang dilakukan Kapolda Sulut ini menyasar empat SPBU yang ada di Manado, masing-masing SPBU Winangun, SPBU Ringroad dan SPBU Kairagi.
Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Jules Abraham Abast menyebutkan, Kapolda ingin memastikan dan melihat secara langsung kondisi di lapangan terkait dengan laporan masyarakat.
“Pak Kapolda melakukan pengecekan dengan cara turun lapangan langsung,” kata Jules.
Pada kesempatan itu, Jules menyebutkan jika Kapolda sempat berbincang dengan para sopir truk serta para pemilik dan operator SPBU.
“Kapolda juga mengingatkan pemilik dan petugas operator SPBU agar melayani masyarakat secara profesional dan sesuai dengan aturan,” kata Jules kembali. (Hut Kamrin)






