Kolaborasi Dengan Komisi IX DPR RI, Balai POM Manado Edukasi Ratusan Warga Agar Jadi Konsumen Cerdas

Manado, KOMENTAR.ID

Dalam upaya menjadikan masyarakat sebagai konsumen cerdas, Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Manado, Sulawesi Utara (Sulut), mengedukasi ratusan masyarakat di wilayah Manado Utara. Diketahui, kegiatan yang terselenggara lewat kerja sama dengan Komisi IX DPR RI ini, dipusatkan di lapangan sepak bola Kelurahan Bengkol, Kecamatan Mapanget, Kamis (23/2/2023).

Kepala BPOM Manado, Hariani, yang ditemui usai kegiatan mengatakan, salah satu sasaran yang hendak dicapai lewat kegiatan ini adalah bagaimana membuat masyarakat bisa melindungi diri mereka sendiri.

“Tidak mungkin kita mau awasi satu per satu masyarakat di Sulut ini dalam hal konsumsi obat, makanan serta minuman. Jumlah personil (pegawai BPOM) kita sangat terbatas. Itulah sebabnya salah satu upaya yang kerap kita lakukan ialah mengedukasi mereka sehingga mereka bisa melindungi diri sendiri,” kata Hariani.

Srikandi yang juga menjadi narasumber itu menambahkan, edukasi ini sangat penting mengingat banyak bahan makanan hingga obat-obatan yang beredar di masyarakat saat ini sangat berisiko terhadap kesehatan.

“Paling tidak dengan adanya edukasi ini, bisa ada upaya preventif dari masyarakat. Mereka juga jadi lebih cerdas dalam memilih makanan, minuman serta obat-obatan yang aman,” ujarnya.

Di sampingi itu, ia juga menyentil perihal pentingnya melakukan cek list terlebih dahulu terhadap produk-produk yang hendak dibeli atau dikonsumsi.

“Pertama tentunya dicek adalah apakah produk tersebut sudah expired atau belum. Kemudian, terbuat dari apa produk tersebut,” sebutnya.

“Juga, jangan lupa dicek di aplikasi BPOM Mobile, apakah produk itu sudah terdaftar atau belum,” kuncinya.

Sementara itu, Ketua Komisi IX DPR RI, Felly E Runtuwene, yang bertindak sebagai narasumber kedua dalam giat itu, menitik-beratkan pembahasannya kepada masalah stunting.

Disebutkannya, stunting adalah sebuah kondisi di mana seorang anak mengalami pertumbuhan yang lambat dibanding normalnya.

“Jadi, stunting itu tidak hanya soal bentuk fisik, namun termasuk pula kemampuan berpikir seorang anak semasa pertumbuhan,” kata Runtuwene yang memberi materi via media zoom.

Dikatakannya lagi, stunting ikut dipengaruhi oleh asupan gizi yang diberikan kepada anak.

“Jadi, bukan berarti makanan mahal itu sehat. Karena faktanya, banyak juga makanan sederhana di sekitar kita yang justru baik untuk kesehatan. Termasuk dapat menghindarkan anak-anak dari masalah stunting,” ujarnya.

Itulah sebabnya, politisi Nasdem yang akrab disapa Ibu Felly ini mengajak masyarakat untuk memilih makanan sederhana untuk pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak.

“Sederhana namun bergizi jauh lebih baik ketimbang mahal dan mewah namun tidak baik untuk kesehatan anak-anak kita,” kunci politisi cantik berdarah Minahasa Selatan ini.

[***/ein]

Update Berita dan Artikel KOMENTAR.ID menarik lainnya di Google News.

Related posts