Ketua MPR Usulkan Taufik Kiemas jadi Bapak Empat Pilar

  • Whatsapp
Bambang Soesatyo, Ketua MPR RI / Foto: Tribunnews.com

Jakarta,
Komentar.ID –
Almarhum
mantan Ketua MPR Taufik Kiemas diusulkan menjadi Bapak Empat Pilar MPR RI.
Usulan ini diajukan Ketua MPR Bambang Susetyo (Bamsoet). Ia beralasan, Taufik
yang merupakan mendiang suami mantan Presiden RI Megawati Soekarnoputri pernah
menjadi sosok yang menelorkan pemikiran Empat Pilar MPR RI ketika menjabat
sebagai Ketua MPR pada 2009 silam. Karena itu Bamsoet mengatakan, penting agar
pemerintah melestarikan warisan Empat Pilar MPR di tengah tantangan zaman ini.
“Dan
sebagai bentuk apresiasi dan rasa syukur atas legacy tersebut, dari podium ini
saya ingin mendorong dan memohon izin kepada putri beliau, Mbak Puan
[menobatkan Taufiq Kiemas sebagai Bapak Empat Pilar MPR],” ujar Bamsoet di
hadapan Ketua DPR RI Puan Maharani dan Wakil Presiden RI Ma’aruf Amien di
Komplek DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Minggu (23/2).
MPR
kata Bamsoet, akan membahas usulan tersebut dalam rapat pimpinan dan rapat
gabungan fraksi dengan Dewan Pimpinan Daerah. Politikus Golkar itu berharap
agar keputusan tersebut rampung pada Rapat Paripurna MPR yang digelar 16
Agustus nanti.
Wakil
Ketua MPR Arsul Sani juga mengatakan, pihaknya ingin memberikan penghargaan
tersebut kepada Taufiq sebagai perampung konsep Empat Pilar MPR. “Supaya
negara ini tidak terpecah belah dan Empat Pilar MPR atau empat konsensus
bernegara itu dipahami oleh masyarakat, itu sudah ditata begitu bagus oleh
almarhum Taufiq Kiemas,” tuturnya.
Empat
Pilar MPR mulai disosialisasikan dengan UU No. 17 Tahun 2014 sebagaimana diubah
dengan UU No. 42 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPRD dan DPRD. Isinya terdiri
dari Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),
dan Bhineka Tunggal Ika.
Namun
ketika pertama sosialisasinya digencarkan, upaya ini menuai banyak kritik. Ada
yang menganggap Empat Pilar MPR hanya menghamburkan uang negara.
Juga
ada yang khawatir konsep Empat Pilar MPR justru mengaburkan makna Pancasila,
UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika. Karena Pancasila, misalnya dianggap
bukan sebagai pilar negara. (***)

Related posts