Kapal Jala Sena Terombang-ambing di Laut, Amisi Sayangkan Basarnas “No Respon”

  • Whatsapp
Ilustrasi foto kapal di tengah laut. Inzet: Djekmon Amisi. [istimewa/komentar.id]

Melonguane, KOMENTAR.ID

Kapal Jala Sena mengalami kerusakan mesin dan terombang-ambing di perairan perbatasan Kabupaten Talaud dan Kabupaten Sangihe.

Read More

Kapal penangkap ikan yang mengangkut 35 ton ikan serta tujuh anak buah kapal (ABK) tersebut, akhirnya berhasil ditemukan setelah dinyatakan hilang pada Rabu (17/2/2021).

Namun kapal ini ditemukan berkat usaha pihak perusahaan kapal, bukan berdasarkan bantuan Basarnas.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Talaud Djekmon Amisi SH pun menyayangkan hal ini.

Dia mengaku mendapat informasi dari masyarakat tentang adanya kapal pengangkut ikan dari Desa Taturan menuju Bitung dengan mengangkut 35 ton ikan, mengalami kerusakan mesin.

“Ketika mendapat informasi saya langsung menghubungi Basarnas Provinsi Sulawesi Utara, Basarnas Sangihe dan Badan Bencana. Tetapi sangat disayangkan Basarnas tidak menanggapi,” ujar Djekmon Amisi kepada wartawan di Melonguane, akhir pekan lalu.

Dia menegaskan sangat menyesalkan sikap dari basarnas yang tidak tanggap terhadap laporan masyarakat.

Kapal Jala Sena yang mengangkut 35 ton ikan itu mengalami kerusakan mesin dan mogok di tengah laut.

Akibatnya, kapal bersama tujuh ABK terombang-ambing di lautan lepas. Beruntung pencarian yang ditempuh pihak perusahaan bersama beberapa perahu motor warga, membuahkan hasil.

“Perlakuan Basarnas yang no respon sangat tidak baik. Hal-hal seperti ini bila dibiarkan akan berdampak besar, mengingat kita ada di wilayah perbatasan, bertetangga dengan Filipina dan Australia,” tutupnya.

 

[kid/ndo]

Related posts