Umbar Transfer Sejumlah Dana ke Golkar, SSK Dinilai Sedang Mempermalukan Diri Sendiri

0
240
Sonya Selviana Kembuan (SSK). Inzet: Oktavian Walintukan. (Istimewa/Kolase Foto Komentar.id)

Manado, KOMENTAR.ID


Sonya Selviana Kembuaan (SSK) gagal menjadi Walikota Manado. Berpasangan dengan Syarifudin Saafa, keduanya kandas di urutan empat dari empat pasangan calon.


Sudah kalah telak, SSK kini mulai menyentil sejumlah dana yang konon kabarnya telah diberikan ke Pengurus DPD Partai Golkar Manado. 


Isu ini menjadi seksi karena telah dirilis sejumlah media sejak pekan lalu. Di mana SSK disebut telah mentransfer dana dengan nominal bervariasi, Rp10 juta, Rp20 juta, Rp 15 juta, Rp50 juta hingga Rp100 jutaan.


Terkait hal ini, kader Golkar Manado Terry Umboh angkat suara. Dia menilai, SSK saat ini sedang berada dalam kondisi ‘lebay’ sekaligus sedang mempermalukan dirinya sendiri.


“Berita ini memang sudah banyak beredar di media. Yang saya tangkap SSK itu sedang mempermalukan dirinya sendiri. Baru dia calon yang umbar-umbar masalah dana ke partai,” semprot Terry kepada wartawan di Manado, Selasa (19/01/21).


Sebagai seorang politisi, SSK menurut Terry harusnya sudah memperhitungkan hal ini. Di mana seorang calon untuk maju, memang harus mengeluarkan dana yang tidak sedikit.


“Dia itu calon walikota. Masa cuma keluar ratusan juta jadi heboh di media? Menurut saya dia itu bukan politisi, tapi pebisnis. Talalu banyak hitung-hitung. Orang Manado bilang ba’ bangke,” semprotnya.


Di satu sisi Terry Umboh mengatakan, harusnya SSK lebih berhati-hati dalam mengungkap persoalan ini. Sebab calon yang memberi dana ke partai politik atau mahar, juga bisa dijerat.


“Ada larangan soal itu. Kalau tidak salah di UU 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota. Pasal 47. Sayang juga kalau persoalan seperti ini terangkat ke publik,” sindirnya.


SSK sendiri belum berhasil dikonfrontir media ini. Namun melansir HariManado.com, SSK mengaku tidak lagi mempersoalkan hasil Pilkada Manado. 


Yang akan diadukan adalah soal aliran dana operasional serta dana untuk saksi.

SSK akan memasukkan laporan dan hasil analisa kekurangan selama pilkada, ke DPP Golkar.


“Anggaran saksi yang saya transfer ke DPP sekira 496 juta, dan setahu saya DPP sudah distribusi. Kenyataan di lapangan saksi pilwako dari Golkar tidak ada di tiap-tiap TPS,” beber SSK via-telepon.


Sementara, Ketua Harian DPD Golkar Manado Oktavian Walintukan menegaskan Partai Golkar Manado tidak pernah meminta bahkan mendesak SSK untuk memberikan dana ke partai.


“Yang ada adalah Ibu SSK yang menjanjikan sendiri tapi tidak direalisasikan sesuai komitmen,” jelas Walintukan.


Dia menambahkan berkaitan dengan dana saksi yang disebutkan dalam pemberitaan bahwa SSK memberikan dan sebesar Rp 400 juta, juga tidak benar.


“Partai Golkar menerima dana saksi bukan dari SSK tapi dari DPP Golkar sebesar Rp 496 juta,” ucap Walintukan. 


Menurut Walintukan, wajib setiap calon yang diusung Partai Golkar memberikan dana untuk membiayai saksi di Pilkada Manado 2020.


“Ada dana yang ditransfer pihak SSK sebesar 200 juta. Namun dana itu diberikan untuk kegiatan konsolidasi kader Partai Golkar untuk memenangkan paslon SSK-SS di Pilkada Manado 2020,” terangnya.



(kid/yha)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here