Tingkat Fatalitas Kecelakaan Tinggi, Kasatlantas: Kesadaran Warga Minut Dalam Berlalulintas Masih Rendah

0
Salah satu potret kecelakaan lalulintas di ruas jalan di wilayah belum lama ini.

Minut, KOMENTAR.ID

Bukan rahasia lagi jika peristiwa kecelakaan lalulintas di wilayah Kabupaten Minahasa Utara (Minut), di Sulut, masih sering terdengar. Bahkan, menurut Kepala Satuan Lalulintas (Kasatlantas) Polres Minut, IPTU Julio J Tampoi SH, kondisi ini ikut dibarengi dengan tingginya fatalitas saat kecelakaan.

“Hampir semua kejadian korbannya mengalami cedera berat, bahkan tidak sedikit pula yang berakhir tragis (meninggal),” kata Julio saat disambangi di sela-sela persiapan kunjungan Presiden Ir Joko Widodo, akhir pekan kemarin.

Menurut dia, yang menjadi pemicu tingginya angka kecelakaan serta fatalitas, tidak lepas dari rendahnya kesadaran warga dalam berlalulintas.

“Paling banyak yang kami temui di lapangan ialah para pengendara roda dua yang sering sekali melanggar,” bebernya.

Untuk jenis pelanggaran, sambung dia, yang ditemukan bervariasi, di antaranya berkendara tanpa menggunakan helm, suka melawan arah hingga pengendara di bawah umur.

“Apalagi pengendara yang masih di bawah umur, juga masih marak kami temui,” ujarnya.

Kasatlantas Polres Minut, IPTU Julio J Tompoi SH

Akan kondisi tersebut, eks Kapolsek Tombariri dan Kasat Lantas Polres Tomohon ini mengaku sudah mencoba berbagai pendekatan.

“Mulai dari pendekatan secara kekeluargaan (teguran) hingga penindakan secara tegas (tilang), tetap saja belum memberi dampak sepenuhnya, karena masih ada saja yang suka kucing-kucingan dengan aparat,” sebutnya.

Meski begitu, ia mengaku masih terus melakukan upaya pendekatan guna meningkatkan kesadaran berlalulintas serta menekan kecelakaan.

“Kita lakukan giat rutin setiap pagi di sejumlah titik strategis, hingga mendatangi sekolah-sekolah memberikan pemahaman pentingnya tertib berlalulintas,” tuturnya.

Ia pun berharap upaya ini akan ikut ditunjang semua elemen masyarakat sehingga angka kecelakaan di Minut dapat ditekan.

“Intinya, kita (petugas lalulintas) tak bisa bergerak sendiri untuk hal ini, melainkan butuh support dari semua stakeholder di lingkup kemasyarakatan, khususnya orang tua dalam membimbing anak-anak di bawah umur,” kuncinya.

[***/ein]