Terhirup Zat Asam, Dua Penambang Sangihe Tewas di Lokasi Tambang Bowone

0
221

 

Kapolres Kepulauan Sangihe, AKBP Tony Budhi Susetyo SIK (Foto Komentar.ID)

Tahuna, KOMENTAR.ID
Dua penambang di lokasi tambang rakyat Kampung Bowone KecamatanTabukan Selatan Tengah (Tabselteng) Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara, tewas seketika saat sedang mengais emas di lubang lahan milik Frets Besinung  alias Pere dan sebagai pemodal lelaki Lukas Lumape alas Luka.
Korban tewas, masing-masing Ridval Manossoh, laki- laki (24) berasal dari Kampung Kauhis Kecamatan Manganitu dan Jeri Agripa Benika Kaemba (20) asal Kampung Kalagheng Kecamatan Tabukan Selatan.
Kedua korban yang tergolong muda ini, tewas karena diduga telah menghirup zat asam yang berada dalam lubang tambang.
Sementara dari kronoligis kejadiannya, sekitar pukul 16.00 Wita, saksi Waldus Pieter dan para pekerja lainnya setelah usai mengangkat material tanah yang mengandung emas, melihat cahaya senter yang mengarah ke lubang yang berada di atas bak mereka.
Saksi pun langsung mendekati lubang tersebut dan memanggil lelaki Ridval Manossoh, kemudian lelaki tersebut menyahutnya, dan saksi melihat Ridval Manossoh turun ke dasar lubang. 
Namun beberapa saat kemudian, tiba-tiba saksi melihat Ridval sudah terjatuh ke dasar lubang, sehingga saksi langsung pergi ke camp sekaligus memberitahukan kejadian itu kepada rekan-rekannya.
Setelah saksi dan beberapa rekan kembali ke lubang, lelaki Jeri Agripa Benika Kaemba, langsung turun dengan maksud untuk menolong korban, serta disusul oleh temannya Emil Bawole.
Namun belum sampai di dasar lubang, Jeri Agripa Benika Kaemba tiba-tiba mengatakan kepada saksi Emil Bawole agar kembali ke permukaan sebab ada zat asam, dan setelah itu, Jeri terjatuh tetapi Emil Bawole bisa kembali ke permukaan.
Dikonfirmasi wartawan, Kapolres Kepulauan Sangihe, AKBP Tony Budhi Susetyo SIK membenarkan adanya kejadian tersebut.
“Sekitar pukul 18.50 Wita, kedua korban langsung dibawah ke Puskesmas Salurang Kecamatan Tabselra untuk dilakukan visum mayat, dan sekitar pukul 19.45, kedua korban dibawah oleh pihak keluarga,”terang Tony.
Ditambahkan, minimnya pengalaman sebagai pekerja tambang, menjadi salah satu penyebab terjadi kecelakaan dalam lubang.
“Kurangnya pengalaman kedua korban di tambang, sehingga mereka mengalami kecelakaan yang seharusnya tak perlu terjadi. Karena untuk yang senior di pertambangan, mereka tak berani memasukki lubang yang belum dipasang alat blower sebagai penetral zat asam yang berada di lubang,”pungkas Tony.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here