Tentang JAK-MEP, Mantan Napi: Kekuatan Cinta tidak Lahir dari Kemegahan Hidup

0
246

TEGAR: Pasangan James Arthur Kojongian dan Michaella Elsiana Paruntu tampil di depan publik. Foto: Istimewa

Manado, KOMENTAR.ID

Persoalan rumah tangga Wakil Ketua DPRD Sulut James Arthur Kojongian (JAK) dan Michaella Elsiana Paruntu (MEP) kelar. Itu setelah JAK dan MEP menggelar konferensi pers, Selasa (9/2) di Manado.

MEP tegar seraya memaafkan kekhilafan sang suami di tengah gelombang perundungan warganet kepada JAK. 

Momentum isak tangis MEP di depan kamera, mengirim pesan humanis ke publik mengenai sifat manusia yang mudah rapuh. Jatuh, bangun, jatuh lagi, bangun lagi. 

“JAK benar-benar terpuruk dan kita melihat MEP berusaha menariknya dari titik paling nadir. Momentum ini mengajarkan kita, bahwa kekuatan cinta tidak lahir dari kemegahan hidup seseorang. Tapi bertumbuh dalam situasi yang amat buruk sekalipun,” ungkap anak muda Manado Renald Kusoy, Selasa (9/2).

Pria yang giat dalam pelayanan doa ini mengajak semua pihak untuk belajar dari sikap MEP. “Dia wanita yang mengalami langsung dinamika bahtera rumah tangga. Ada pasang surut yang kerap menyeretnya ke wilayah yang begitu emosional. Yang membuatnya kecewa bahkan mungkin sakit berhari-hari. Tapi kemampuan maaf seorang isteri terhadap suami, bukan pertimbangan logika manusia. Namun cinta tanpa syarat. Itu diperoleh ketika kita melibatkan Tuhan. MEP saat ini butuh doa dan dukungan publik,” jelas mantan narapidana ini. 

Ia berharap, publik juga memaafkan JAK, sama halnya MEP. 

“Kalau MEP bisa memaafkan, kita juga bisa. Kita semua memiliki pasang surut masing-masing. Dalam posisi JAK atau MEP, tentu yang kita butuhkan adalah doa dan semangat peneguhan,” imbuh Renald.  

Sebaliknya, Renald pun mengajak publik berhenti menghakimi JAK. 

“Kita tidak pernah tahu, seperti apa kehidupan di masa yang akan datang. Hari ini Anda mungkin merasa kuat menulis kata-kata hujatan di media sosial. Tapi kita tidak pernah tahu, apakah mungkin esok hari, kita tak berdaya di atas ranjang karena sakit. Bahkan untuk mengangkat sendok makan atau membuka Facebook, kita tidak mampu,” ujar Renald. 

“Kita juga tidak tahu seperti apa rancangan Tuhan untuk JAK. Hari ini, JAK mungkin meratapi hidup. Dia mungkin kesulitan kata-kata, untuk meyakinkan publik tentang pergumulan terhebat dalam hidup. Tapi kita percaya, JAK tengah meminta petunjuk Tuhan, agar segera keluar dari kemelut rumah tangga. Mari kita membangun cara berpikir positif, optimisme dan keyakinan, bahwa berkat doa-doa kita, Tuhan mengubah perkara sulit menjadi sukacita iman,” pesan Renald. 

Ajakan serupa disampaikan pengurus Golkar Sulut Noldy Pratasis. Ia meminta semua pihak untuk memerhatikan pertumbuhan mental anak JAK-MEP. “Merundung orang di media sosial itu bukan cara-cara kita orang beriman. Itu bukan menolong. Hanya akan mengganggu mental dan emosi anak. Mari kita hormati keluarga JAK-MEP,” pesan Pratasis.

Mengenai etika pejabat publik yang melekat ke JAK, Pratasis menegaskan, Golkar sudah menyerahkan ke Badan Kehormatan DPRD Sulut.

“Kami yakin, BK yang dipimpin Sandra Rondonuwu akan bekerja dalam terang kebenaran dan keadilan. Tidak dalam tekanan emosi atau determinasi pihak lain,” pungkas Pratasis.  (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here