Sudah Merusak Lingkungan, PT SEJ Dituding Mencuri Air Bersih Milik Warga

0
417
Lokasi oksploitasi PT SEJ Ratatotok, Minahasa Tenggara. (KIm)

Ratatotok, KOMENTAR.ID

Perusahaan tambang PT Sumber Energi Jaya (SEJ) mulai dikuliti warga yang bermukim di sekitar lokasi. Perusahaan itu tidak mempunyai kontribusi apa-apa untuk masyarakat. Dana CSR tidak ada, kemudian menutup akses jalan ke perkebunan masyarakat. Informasi terakhir selain menyumbang kerusakan lingkungan hidup, SEJ malah mencuri air bersih. Keluhan pencurian air bersih milik warga ini disampaikan sejumlah warga di sekita lokasi Ratatotok, Sabtu pekan lalu.

“Perusahaan ini agak ironis. Tidak mengaktifkan CSR, menutup akses jalan kami ke perkebunan. Kali ini dia mencuri air bersih,” ujar Mekri B, warga Ratatotok.

Menurut warga setempat, semenjak PT SEJ beroperasi, debit abir di Ratatotok mulai menurun. Kondisi ini disebabkan kawasan yang menjadi sumber mata air perlahan mengalami kekeringan akibat aktivitas eksplorasi dan eksploitasi perusahaan menggunakan alat berat. Lahan yang dulunya berupa hutan belukar dan menyimpan ribuan kubik cadangan air kali ini berubah menjadi lahan tandus berwarna coklat kemerahan karena kerukan alat berat. Para petani yang menempuh jalan kaki kerap kesulitan karena tanah berubah wujud lumpur di musim hujan dan debu di musim kemarau. Gerusan tanah juga sering mengguyur lahan warga sekitar.

“Tapi yang paling mengancam keselamatan masyarakat adalah pasokan air bersih. Sudah terjadi penurunan debit air, perusahaan malah angkut air bersih yang seharusnya cuma untuk warga,” tutur Mekri B.

Merespon Kelohan warga Ratatotok ini Ketua PAMI Perjuangan Sulut Jeffrey Sorongan meminta Kedis Kehutanan dan Kadis ESDM serega turun lokasi meninjau situasi lapangan.

“Air bersih itu hak dasar masyarakat. Tidak boleh diambil untuk kepentingan korporasi. Perusahaan harus punya caranya sendiri untuk mendukung aktivitas usaha. Oleh Karena itu penting dari awal perushaan menunjukan Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL), jelas Sorongan. (kim)