Steven Kandouw Paling Pas Memimpin Sulut, Berikut Analisis Ilmiahnya

0
373
Steven Kandouw (SK) saat bertemu langsung dengan warga korban erupsi Gunung Ruang, Tagulandang. (Dok. Pemprov Sulut)

Manado, KOMENTAR.ID

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tidak punya pilihan lain dalam menentukan sosok yang tepat untuk menggantikan Gubernur Olly Dondokambey (OD). Berbagai riset ringan, polling dan survei ilmiah, baik internal maupun eksternal partai, nama Steven Kandouw selalu dihubungkan dengan suksesi pengganti OD.

SK menempati urutan teratas baik popularitas maupun elektabilitas. Beberapa pihak mulai menelaah fenomena di belakang survei yang kemudian memaksa akal sehat masyarakat untuk menjawab Steven Kandouw sebagai pilihan terbaik dari semua figur yang ditawar.

Berikut pemaparan LSM Inakor mengenai empat elemen dasar yang mempengaruhi tingkat kesukaan masyarakat terhadap Steven Kandouw;

1. Legacy Olly Dondokambey

Pemerintahan Gubernur Olly Dondokambey cukup populer dengan akselerasi dan pemerataan pembangunan. Kecepatan mengeksekusi pembangunan dan pemerataan ke daerah-daerah yang selama dua periode dilancarkan OD menjadi kredit point SK yang merupakan tandem istimewa OD di pemerintahan.

Ada kekhawatiran publik jika kemudian tampuk pimpinan jatuh ke tangan yang tidak mengerti nadi pembangunan dan minus kapasitas memperjuangkan anggaran pusat.

SK dianggap sebagai belahan kepemimpinan yang lain atau sisi lain pemerintah ODSK yang menurut statistik ilmiah berkelimpahan prestasi pengelolaan keuangan, pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah.

“Itulah sebabnya mendukung SK sama halnya mempertahankan legacy atau warisan positif OD. Karena semua pencapaian OD dua periode terakhir adalah perjuangan kolegial bersama SK. SK sudah teruji,” ungkap Ketua LSM Inakor Sulut Rolly Wenas.

Steven Kandouw (SK) menyalami warga korban erupsi Gunung Ruang, Tagulandang. (Dok. Pemprov Sulut)

2. Posisi eksklusivitas politik SK

Keterbukaan dan komunikasi politik SK lintas partai dan parlemen menjadi nilai tambah terhadap kelancaran pemerintahan berikut.

Dalam sebuah wawancara terbuka dengan media masa, SK menegaskan, kunci pembangunan dan suksesnya pemerintahan harus memiliki sikap inklusif terhadap parlemen dan partai politik yang sungguh-sungguh bermaksud membangun Sulawesi Utara.

“Kita tidak boleh antikritik, tapi menerima semua masukan positif demi kemajuan Sulut. Dan terbukti hingga saat ini Sulut memang maju. Itu terpampang di statistik ilmiah. Baik pembangunan fisik, sumber daya manusia bahkan pertumbuhan ekonomi, sangat jelas kita lihat di database pemerintah. Karena apa? Karena pemerintah terbuka terhadap semua masukan-masukan yang motivasinya sungguh-sungguh memajukan daerah,” jelas SK.

3. Kapabilitas dan penguasaan masalah daerah

Selama 10 tahun atau dua periode mendampingi OD di pemerintahan, SK memiliki akurasi maping atau pemetaan yang jelas tentang konsep pembangunan Sulut.

SK dinilai memahami lebih detil dan terang benderang tentang skala prioritas pembangunan yang harus dieksekusi secepatnya.

Selain itu, ia juga kompeten menakar kemampuan keuangan daerah, potensi menarik anggaran pusat, mengembangkan sektor pajak dan pendapatan daerah yang pada gilirannya akan menunjang pembangunan fisik maupun nonfisik.

“Ini studi khusus yang tidak gampang. 10 tahun SK mempelajari itu. Dia punya kapalibitas. Banyak pemimpin berangan-angan membangun Sulut seperti tukang sulap, tapi tidak mengerti kemampuan anggaran dan kemampuan mengembangkan pendapatan daerah. SK sudah matang di urusan itu,” ujar Wenas.

Steven Kandouw ketika bersilahturahmi dengan tokoh-tokoh agama di Bolmong Raya. (Dok. Pemprov Sulut)

4. Kemampuan jejaring nasional

SK menurut analisa Inakor, memiliki daya lobi tingkat nasional dan bahkan internasional. Kebiasaan merancang kerja sama internasional yang ditunjang jejaring nasional membuat SK akan lebih muda menarik investasi ke daerah.

5. Intervensi pribadi.

Partisipasi pribadi SK tampak ketika dia menghibahkan tanah pad tahun 2019 silam untuk pembangunan rumah sakit di Minahasa. Selain membantu meringankan beban anggaran daerah, tindakan SK ini memberi pelajaran penting untuk kepala-kepala daerah di Indonesia.

“Ini sesuatu yang langka di pusaran kepala daerah. Saat kebanyakan kepala daerah terjebak mark up harga lahan dan kemudian berurusan dengan hukum, SK malah menghibahkan tanah dan tidak memetik keuntungan. Bukankah ini sikap seorang pemimpin yang pantas didukung?,” komentar Wenas.

[Tuan Kamrin]