Sesuai “Harapan” Jokowi, UNIMA Menuju Kampus Ramah Disabilitas

0
330

Focus Group Discussion Pengembangan Model Pembelajaran “SAVI” Untuk Mahasiswa Berkebutuhan Khusus di UNIMA


Tomohon, KOMENTAR.ID

Mengutip postingan Presiden Jokowi melalui akun resminya di Facebook,
mengingatkan agar masyarakat harus peduli dan peka terhadap keberadaan kaum
disabilitas.


“Di sekitar kita, terdapat para penyadang disabilitas yang
berkegiatan, belajar, bekerja, dan ikut terdampak pandemic Covid-19” .  Tulis Presiden Indonesia dalam akun Facebooknya,
Joko Widodo. Sebagai  peringatan hari
disabilitas Internasional, kamis, 3 Desember 2020.

“Saya berharap, masyarakat lebih peduli dan peka dengan keberadaan saudara-saudara kita ini, bersama-sama mendapatkan ruang yang lapang untuk kehidupan yang lebih baik, serta mendapat akses untuk berpartisipasi dalam pembangunan” Lanjutnya dan diakhiri dengan kalimat ucapan “Selamat Hari Disabilitas Indonesia”

Postingan Presiden Indonesia di Facebook


Himbauan presiden seperti sudah sejalan dengan kepedulian semangat
layanan Pendidikan bagi kaum disabilitas di Universitas Negeri Manado (UNIMA) yang
terus mengembangkan, memberi ruang dan cara belajar sesuai kebutuhan mereka.


Wujud dari kepedulian itu, tiga hari sebelum peringatan hari
disabilitas internasional, Tim Pengembang Model Pembelajar yang notabene tidak
lain dosen Pendidikan Khusus itu sendiri, telah menyelengarakan kegiatan Focus Group
Discussion (FGD). Mengangkat topik “Pengembangan Model Pembelajaran SAVI
(Somatis, Audio, Visual, dan Intelektual) bagi Mahasiswa Disabilitas” Kegiatan ini
difasilitasi oleh Direktorat Pembelajaran & Kemahasiswaan Dirjen Dikti
Kemendikbuddi dan terlaksana di Aula SLB Paulus Tomohon, peserta dan narasumber
terhubung secara virtual, Senin, 30/12/2020.


Dr. Aldjon N. Dapa, M.Pd sebagai penanggung jawab kegiatan
sekaligus ketua tim pengemangan Model Pembelajaran SAVI mengatakan, Tujuan dari
 kegiatan tersebut untuk mendapatkan
masukan dari para pakar disabilitas dan pakar model pembelajaran. Para pakar
yang menjadi narasumber  yakni Dr.
Subagya, M.Si (UNS Surakarta) dan Dr. Jony Langun Siang, M.Pd (Unibrah Malut).


FGD yang dibuka oleh Dekan FIP Unima (diwakili PD3 Dr.
Mersty Rindengan, M.Pd) itu dirasa penting dilaksanakan karena, terdata UNIMA
sedang melayani  25 Mahasiswa Disabilitas
(Tunanetra, Tunarungu, Tuna daksa, dan kesulitan belajar ) tersebar ditiga
Program Studi; Pendidikan Khusus, Pendidikan Bahasa Indonesia dan Pendidikan
Teknik Mesin.


 “Dengan komitmen
menghadirkan layanan pendidikan yang akomodatif dan ramah dengan mahasiswa
disabilitas, maka kegiatan ini tentunya memberi signal adanya langkah progresif
dari Unima di bawah kepemimpinan Prof. Dr. Deitje Katuuk, M.Pd  untuk mempersiapkan model pembelajaran yang
inovatif bagi mahasiswa disabilitas” Ucap Aldjon.


Tim Pengembang Model Pembelajaran SAVI bagi Mahasiswa
Disabilitas adalah Dr. Aldjon N. Dapa, M.Pd, Dr. Selpius Kandou, MAP,
Dr. Intama Jemy Polii, M.Pd, Dr. Hendro Sumual, MT, Drs. Syahrir Nurhamidin,
M.Pd, Drs. Usman Duyo, M.Pd.


“Tim Pengembang optimis, Model Pembelajarn SAVI adalah
langkah inovasi pada setiap tahapan pembelajaran, dengan mempertimbangkan
modalitas belajar Mahasiswa berkebutuhan yang dapat dimaksimalkan untuk
mengakses informasi dalam perkuliahan yang diberikan para dosen” Lanjutnya “Dimana
pelaksanaan pembelajaran di lakukan secara Daring dengan menggunakan platform
Zoom Meeting”


 Kehadiran model
pembelajaran ini sangat di apresiasi positif oleh para dosen dan mahasiswa,
karena mampu mengakomodir kemampuan mahasiswa dan mengikuti trend pembelajaran
online yang akomodatif sekaligus ramah terhadap mahasiswa disabilitas. (HK)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here