Tulude Towo’e, Gebrakan Sukses Kepanitiaan Kawula Muda

Tahuna, KOMENTAR.ID

Komunitas Masyarakat Towo’e Kelurahan Sawang Bendar Tahuna kembali menggelar upacara adat Tulude, sebuah tradisi budaya religius Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sabtu (04/01/2023).

Tulude Towo’e kali ini bisa dikata yang tersukses dari pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya, apalagi kali ini seluruh keanggotaan panitia inti berasal dari kalangan ABG yang terhimpun dalam wadah H2L kawula muda Towo’e.

Gebrakkan kepanitiaan anak-anak muda Towo’e pada Tulude kali ini patut diacungi jempol, sebab bukan hanya hajatannya yang berjalan sukses, tapi racikan acaranya itu sendiri kaya akan nilai adat, mulai dari nyanyian-nyanyian ibadah yang tidak menggunakan alat musik keyboard tapi diiringi musik bambu dan pengisi ibadah oleh musik orkes, bahkan untuk prosesi Tulude itu sendiri selain diawali arak-arakan kue adat tamo mengelilingi kampung Towoe serta ritual pemotongan Tamo, juga dilakukan penjemputan adat di depan bangsal sepanjang 150 meter kepada pimpinan daerah yang diwakili Sekretaris Daerah, Melanchton Harry Wolf bersama Ketua DPRD Sulawesi Utara Fransiscus Andy Silangen.

“Jadi sudah ada pergeseran generasi kepanitiaan Tulude Towo’e dari yang senior ke anak muda, dan yang patut diapresiasi dari panitia ini, mereka mendirikan bangsal sepanjang 150 meter hanya dalam waktu empat hari. Berikut atraksi budaya yang ditampilkan sangat luar biasa, mulai dari tarian Gunde, Tari Salo bahkan tarian Songko yang semuanya diperankan oleh anak muda Towo’e,”ungkap Sesepuh Towo’e Joutje Ari Abast.

Sebelumnya diawal acara, ketua panitia Ryan Budiman menyampaikan laporan kegiatan sekaligus memaparkan keberadaan komunitas masyarakat Towo’e yang begitu majemuk namun memiliki rasa persatuan dan kebersamaan yang begitu tinggi.

“Seperti itu kondisi kami di Towo’e, ada berbagai suku yang ada dalam komunitas Towo’e tapi kami memilkki persatuan yang tinggi. Dan secara khusus saya mengapresiasi warga Towo’e asal Gorontalo yang terkoordinir dalam wadah KKIG serta warga Muslim disekitar yang selalu proaktif terlibat dalam setiap pelaksanaan Tulude Towo’e”tutur Ryan.

Sementata itu Sekretaris Daerah Melanchton Harry Wolff saat membawakan sambutan mengatakan,
Tulude merupakan bentuk kepedulian masyarakat dalam melestarikan budaya leluhur Sangihe yang merupakan bagian integral dari keanekaragaman dan kekayaan budaya bangsa Indonesia.

“Tulude ini merupakan wujud realitas jati diri komunitas masyarakat adat Sangihe sebagai suku bangsa religius dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan serta tidak mengenal adanya perbedaan status sosial masyarakat,”kata Melanchton

Melanchton juga mengajak kepada segenap elemen masyarakat Towo’e mampu menjadikan momentum Tulude sebagai wahana untuk mengaktualisasikan nilai-nilai luhur guna memaknai berbagai dimensi kehidupan masyarakat sebagai bentuk tanggung jawab moral untuk membawa daerah Sangihe ke arah yang lebih baik, lebih maju dan lebih berkualitas.

“Atas nama pemerintah saya mengapresiasi sekaligus berterimankasih kepada masyarakat Towo’e yang menggelar Tulude sebagai wujud kebersamaan dan mensyukuri berkat dan anugerah Tuhan,”tutup Melanchton.

Turut hadir, mantan Bupati Sangihe Jabes Ezar Gaghana, Kapolres AKBP Denny W.W. Tompunu, Kejari Sangihe, Eri Yudianto, Ketua DPRD Sangihe Josephus Kakondo, Wakil Ketua DPRD Sangihe, Michael Thungari, unsur Forkopimda, Asisten I Pemkab Sangihe, Yohanis Pilat, Asisten II Gory Londo, Kadis Koperasi Sonny Kapal, Kasat Pol PP, Treenov Pontoh, Direktur RS Liunkendage, Aprikonus Loris, Wakil Ketua I Sinode GMIST Pdt. Atohema Medea, Camat Tahuna, Steven Andaki dan Lurah Sawang Bendar Saldi Aer.

 

Update Berita dan Artikel KOMENTAR.ID menarik lainnya di Google News.

Related posts