Tahuna, KOMENTAR.ID
Sempat viral tidak dianggarkannya dana bonus atlit Porprov XI Bolmong di APBD Sangihe, kini muncul lagi isu baru yang membuat trauma sekaligus mengkhawatirkan para insan olahraga di perbatasan Indonesia-Philipina.
Kekhawatiran itu bukan lagi soal bonus atlit sebab bonus atlit sudah ada jaminan pencairannya dari Pemkab Sangihe, tapi terkait dana pembinaan atlit yang dikabarkan juga tidak dianggarkan pada APBD 2023.
Tak heran, hal ini langsung mengundang reaksi dan pembahasan alot para ketua-ketua cabor bersama pelatih pada grup WA Porprov Tim Sangihe.
“Saat ini masih pergeseran anggaran termasuk untuk bonus atlit, bapak ibu pimpinan dan anggota dewan yang kebetulan pengurus maupun ketua cabor dapat memperjuangkan dana pembinaan atlit lewat dana hibah,”tulis salah satu ketua cabor.
“Sangat disayangkan bila selama tahun 2023 tidak ada dana pembinaan lewat dana hibah biar cuma 50% dari anggaran tahun lalu,”tambahnya.
Terkait dana pembinaan atlit, beberapa cabor juga berharap para anggota dewan lainnya peduli terhadap olahraga, sebab kalau tidak ada anggaran pembinaan pasti prestasi atlit menurun dan program latihan setiap cabor akan terbengkalai.
“Agak sedih lihat keadaan begini, yang lain ikut berdoa kalau tidak mampu berkata,”tulis salah satu pelatih
Sementara itu agar tidak terjadi lagi dana olahraga terabaikan, juga diusulkan ke Penjabat Bupati Rinny Tamuntuan agar ada perwakilan bidang olahraga yang diangkat Staf Khusus (Stafsus) Bupati.
“Muda-mudahan difungsikan dan tupoksi Stafsus ini jadi perpanjangan tangan Pemerintah Daerah, KONI dan Cabor,”tulis ketua cabor lainnya.






