Sadis! RS Prof Kandouw Lepas Pasien Covid Tanpa Prokes

0
217

 

Jenazah Pasien Covid-19 saat tiba di rumah. (ISTIMEWA)


Manado, KOMENTAR.ID



Pelayan pihak Rumah Sakit Prof Kandouw Malalayang, Manado, kembali dikeluhkan oleh masyarakat. Betapa tidak, pasien Covid-19 atas nama Richard Kaunang yang dinyatakan meninggal pihak RS Kandouw tidak dilakukan protokol kesehatan (prokes). Jenazah bahkan kabarnya tidak mendapatkan formalin.

Tidak hanya itu, pihak RS Kandouw menahan jenazah selama 14 jam, dengan dalih RS dan Gugus Tugas Covid Dinas Kesehatan Minahasa Selatan (Minsel) belum siap. Padahal sesuai dengan aturan hanya bisa sampai empat jam.

“Kami mempertanyakan pelayanan dari rumah sakit, kenapa jenazah tidak dilakukan prokes dan ditahan selama 14 jam. Ini ada apa?” tanya salah-satu keluarga pasien.

Pelayanan buruk tersebut tentu sangat berpengaruh bagi keluarga dan jenazah, yang tidak mendapatkan hak sebagai pasien. Selanjutnya keluarga memutuskan untuk menjemput jenazah dikarenakan tidak Formalin.

“Kami terpaksa menjemput mayat, dengan pertimbangan tidak di formalin, dan membeli peti dengan uang pribadi,” tambah sumber yang diketahui adalah keponakan dari pasien.

Mirisnya, iring-iringan jenazah mantan Hukum Tua Desa Popareng Minsel itu sempat dicegat pihak Kepolisian Sektor Tombariri Tanawangko.

Dengan kejadian ini, keluarga merasa kecewa dan mengeluhkan pelayanan pihak RS Prof Kandouw dan Gugus Tugas Dinkes Minsel, yang dianggap lalai dan mengabaikan protokol kesehatan.

“Kami dari pihak keluarga kecewa dan menyesalkan pelayanan pihak RS Prof Kandouw dan gugus tugas Minsel. Ini jelas pelanggaran. Harusnya mayat jangan ditahan lama-lama di Rumah Sakit tapi segera dilakukan Protokol Kesehatan, sehingga mayat orang tua kami bisa segera dikebumikan,” tutur keponakan pasien seraya meminta namanya tidak dipublikasi.

Sampai berita ini dipublish, pihak RS Prof Kandouw Malalayang belum bisa dihubungi.

***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here