Manado, KOMENTAR.ID
Penyidik Tipikor Polda Sulut terus intensif menangani kasus dugaan korupsi dana kebersihan PD Pasar Manado yang tangani vendor PT Renata Jaya Mandiri. Salah satu kepala operator vendor menjalani pemeriksaan berjam-jam di ruangan penyidik Tipikor, Selasa kemarin.
Kepada KOMENTAR.ID, lelaki RR mejelaskan dirinya hanya diminta keterangan soal keuangan yang keluar dari kantong PD Pasar.
Sementara itu, sumber resmi lain menerangkan, biaya vendor tiap bulan Rp225.000.000. Anehnya, setelah membayar vendor, terdapat juga payroll tenaga kebersihan sebesar Rp225.000.000, nilai yang sama dengan biaya vendor. Uang sejumlah itu ditransfer ke rekening perempuan DS alias Diana yang merupakan bagian keuangan vendor.
“Ini kan aneh, kebersihan yang mana lagi yang harus dibayarkan. Kan sudah ada vendor,” jelas sumber tersebut.
Sumber yang sama mempersoalkan, vendor tersebut ternyata tidak memiliki armada pengangkut. Ironisnya, armada yang disiapkan PD Pasar dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dilaporkan seolah-olah milik PT Renata Jaya.
“Itu masalah. Bayar vendor tapi armada ditanggung pemerintah. Dan Polda harus usut secara tuntas,” tegas sumber.
Lanjut, lelaki RR yang diperiksa berjam – jam mengatakan, mereka mengalami potongan BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp250.000 tiap bulan.
“Yang menjadi masalah, kami tidak mendapatkan hak kami. Kan sudah dipotong,” singgung RR.
Dalam kasus korupsi ini, nama Legislator Manado VN disebut sebagai pihak paling bertanggung jawab terhadap kerugian negara.
“Karena dia yang memenangkan vendor di tahun 2021-2022. Perusahaan orang lain, tapi dia yang menjalankan proyek kebersihan di periode itu. Saya cuma diajak bekerja,” tutup RR. (kim)






