Tidak Penting Melayani Buzzer-Buzzer AARS, Tugas Timses Imba-Ivan Mengawal Kemenangan Sampai Dilantik

Manado, KOMENTAR.ID – Pendukung Andrei Angouw – Richard Sualang (AARS) mulai gerah dan mengeluar-kan kata-kata hinaan di sosial media setelah mengetahui Paslon Imba-Ivan menang Pilkada. Buzzer-buzzer tidak terdidik ini sebenarnya berharap Imba-Ivan lempar handuk lebih awal, tanpa perlu merekapitulasi salin C1 dan mengakui data hoaks kubu AARS yang cuma bermodal Quick Count beberapa menit setelah perhitungan di TPM dimulai.

Klaim menang AARS diragukan karena ada inkonsistensi rujukan data yang dipakai untuk mendeklarasikan diri sebagai pemenangan Pilkada. Dimana semula menggunakan quick count yang substansinya cuma sampel 10 persen total TPS Kota Manado tapi kemudian berubah mengacu pada Sirekap. Padahal jelas bahwa KPU tidak pernah memajang grafik perolehan suara dalam situs Sirekap untuk menjaga integritas penyelenggara Pilkada, kecuali Dokumen C1 yang diupload.

Tindakan kubu AARS ini mengingat-kan publik Manado tentang taktik pemenangan yang dirintis partai politik pada Pilkada-pilkada sebelumnya. Dimana Paslon dari partai yang berkuasa atau petahana terbiasa mengumumkan lebih dahulu kemenangan di media, baru setelah itu mengintervensi KPPS, PPK dan bahkan KPU sekalipun untuk mencocokan data dengan data hoaks kemenangan yang diumumkan terdahulu.

“Ini mainan usang. Jadi sebenarnya tidak penting meladeni hinaan netizen sampah yang tidak terdidik untuk menekan paslon Imba-Ivan. Imba-Ivan sudah menang. Tugas kita sekarang menjaga suara Imba-Ivan agar tidak diciduk untuk memenangkan AARS. Mereka itu pasangan kalah yang ngaku-ngaku menang aja dengan sampel quick count pesanan,” komentar tim pemenangan Imba-Ivan.

Sebaliknya, Imba-Ivan fokus pada perhitungan salinan C1 yang secara ideal membutuhkan masa kerja hampir 2 hari.

“Klaim menang dengan rujukan data C1 hanya dengan masa waktu tidak sampai 10 jam itu contoh kebohongan paling mutakhir. Masa rekapitulasi C1 paling ideal dua hari. Kalau kebut 1,5 baru dapat hasil. Makanya Imba-Ivan baru deklarasi hari kedua setelah coblos karena untuk memastikan menang atau kalah harus rekap semua TPS yang jumlahnya 677 TPS di Manado. Tapi kalau baru 6 jam bilang menang, itu bohong besar,” ujar aktivis Demokrasi Jeffrey Sorongan. (kim)

Update Berita dan Artikel KOMENTAR.ID menarik lainnya di Google News.

Related posts